5 Nasihat Berharga Untuk Imam Masjid di Bulan Ramadhan

5 Nasihat Berharga Untuk Imam Masjid di Bulan Ramadhan

Imam masjid adalah salah satu pemimpin yang harus ditaati oleh jamaah yang shalat di belakangnya. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwa para imam shalat itu ditunjuk adalah untuk diikuti.

Melihat pentingnya peranan imam masjid di bulan Ramadhan, salah seorang ulama Arab Saudi bernama Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim, menulis risalah khusus untuk imam dalam kitabnya yang berjudul Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan.

Berikut ini adalah tulisannya.

Segala puji hanya milik Allah yang telah mempermudah urusan ketaatan, yang telah mengangkat Anda sebagai imam dan teladan masyarakat. Semoga di hari-hari penuh berkah ini, tindakan saling memberi wasiat dan nasihat lebih ditegaskan.

Berdasarkan pengetahuan saya tentang lapangnya hati para penghafal Al-Qur`an, maka saya sampaikan kepada Anda beberapa hal yang semestinya tidak pernah hilang dari benak Anda yaitu yang saya sebutkan dalam poin-poin berikut:

Pertama, anda menanggung beban besar di bulan ini, juga bulan sebelumnya dalam mempersiapkan, mengkondisikan, dan mengulang hafalan.

Oleh karena itu, saya memohon kepada Allah semoga Dia menolong Anda dan memasukkan semuanya ke dalam timbangan amal kebaikan Anda.

Kedua, dalam tindakan tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, saya turut menanam saham berupa buku sederhana yang ada di hadapan Anda ini. Saya membaginya, seperti yang bisa Anda lihat sendiri, menjadi beberapa bagian berikut:

1. Tiga puluh pelajaran pertama saya bagi ke dalam beragam tema mencakup akidah, ibadah, dan akhlak.

2. Tema yang berkaitan dengan hari tertentu saya tempatkan pada hari dimaksud, misalnya tentang pertempuran Badar, saya tempatkan pada pelajaran tujuh belas, tentang zakat fitrah dan hukum-hukum idul fitri, saya letakkan pada malam dua puluh sembilan, dan begitu seterusnya.

3. Tidak mesti urutan yang saya buat sesuai dengan realitas jamaah masjid Anda. Anda boleh mendahulukan dan mengakhirkan tema sesuai keinginan Anda.

Di dalam daftar isi, saya cantumkan judul untuk masing-masing tema sekaligus kesimpulan isinya, sehingga Anda bisa memilih tema yang sesuai menurut Anda.

4. Saya tambahkan sepuluh pelajaran lebih banyak dari bilangan hari di bulan penuh berkah ini, tujuannya ialah:

a. Sebagian imam –semoga Allah selalu melindungi mereka- memberi ceramah kepada jamaah masjid sebanyak dua atau tiga kali dalam sehari, dengan sepuluh pelajaran tersebut ia memiliki tema cadangan yang membantunya menunaikan tugas di atas.

b. Ada imam yang memilih tema yang sesuai dengan kondisi jamaah, sehingga variasi tema menjadi keniscayaan.

c. Saya khususkan tiga pelajaran untuk kaum perempuan, yang bisa disampaikan pada tiga majlis pengajian atau lebih, sesuai kebutuhan dan keinginan imam. Ini khusus untuk masjid yang memiliki tempat shalat khusus bagi perempuan.

5. Variasi tema memungkinkan disampaikannya tema-tema tersebut di luar bulan Ramadhan, dalam berbagai momentum khutbah dan ceramah, disebabkan materinya yang ringan dan penyertaan dalil dari Al-Qur`an dan Hadits.

Ketiga: Ada beberapa amalan yang bila dilakukan pada bulan Ramadhan menghasilkan manfaat lebih banyak, di antaranya:

1. Hadiah Ramadhan.

Hadiah merupakan pintu masuk meraih simpati, sarana dakwah, dan sarana yang mudah dan praktis. Pilihlah hadiah yang sesuai dengan warga lingkungan Anda yang menghadiri shalat jamaah di masjid, juga warga yang tidak hadir dalam shalat jamaah.

Usulkan agar diadakan kuis keluarga dengan berbagai hadiah menarik. Sediakan beberapa buku dan ceramah untuk masing-masing rumah. Ada banyak manfaat dalam kegiatan ini.

2. Menyampaikan nasihat kepada orang-orang yang kurang taat beragama, dan berkunjung ke rumah-rumah mereka dengan memanfaatkan momentum kedatangan bulan Ramadhan, untuk menyambung dan memperkuat hubungan yang selama ini renggang.

3. Mengundang para ulama dan dai untuk menyampaikan ceramah dan nasihat di masjid.

4. Berusahalah –semoga Allah melipatgandakan pahala Anda- agar buku-buku dan kaset-kaset islami yang bermanfaat bisa masuk ke setiap rumah. Coba rasakan besarnya pahala dan antusiasme penerimaan mereka.

5. Sebaiknya dipilihkan kitab yang sesuai untuk dibacakan kepada jamaah masjid. Di antara kitab-kitab yang dibutuhkan masyarakat ialah:

a. Kitab-kitab tentang akidah (tauhid) yang sesuai dengan pemahaman ahlussunnah wal jamaah.

b. Kitab-kitab tentang sejarah Islam.

c. Kitab-kitab tafsir terpercaya, seperti kitab tafsir Ibnu Katsir dan lain-lain.

d. Sejarah sahabat dan tabi’in seperti Shuwar Min Siyar Ash-Shahabah Wa Ash-Shahabiyat yang ditulis Syaikh Abdul Hamid As-Suhaibani –semoga Allah selalu membimbingnya-.

6. Memanfaatkan kehadiran kaum perempuan, dengan membagikan buletin dan buku khusus untuk mereka, menyampaikan tema tertentu dari sebuah kitab, atau menyampaikan ceramah setelah menguasai betul tema yang akan diangkat.

7. Menyediakan jamuan buka puasa untuk jamaah musafir.

Jangan lupa menyediakan buku-buku untuk pendatang luar negeri. Selain konsumsi fisik sediakan juga konsumsi rohani. Yang demikian itu sangat mudah dilakukan, kantor-kantor jawatan luar negeri dengan senang hati akan menyediakan buku untuk anda, buletin, bahkan dai dengan berbagai bahasa yang ada.

8. Majalah dinding di masjid memiliki pengaruh yang luar biasa. ‘Saya melihat dengan kepala mata saya sendiri, bagaimana banyak orang berdiri bermenit-menit untuk membacanya. Maka –semoga Allah memberkahi Anda- berusahalah untuk membuat variasi materinya dan menggantinya dari waktu ke waktu.

9. Hendaknya kegiatan Anda tidak terbatas hanya di dalam masjid.

Anda juga bertanggungjawab atas tempat-tempat bisnis di sekitar masjid Anda. Kunjungi mereka, sampaikan nasihat dan ajaklah untuk menerapkan syariah. Bagikan buku dan hadiah kepada mereka, ajak mereka untuk melaksanakan shalat.

Taruh majalah-majalah islami di tempat pangkas rambut dan tempat-tempat lain, untuk dibaca di bulan Ramadhan ini sebagai pengganti majalah yang ada.

10. Hendaklah Anda bersikap ramah, lembut, dan bermuka cerah.

Hal-hal ringan tersebut menjadi kunci pembuka hati yang keras. Cobalah, niscaya Anda akan melihat hasilnya.

11. Adakan acara lomba cerdas cermat untuk warga lingkungan dengan ragam pertanyaan, manfaatnya akan lebih merata, mencakup orang dewasa dan anak-anak, laki-laki dan perempuan.

Sediakan hadiah-hadiah yang memotivasi mereka untuk ikut serta dalam perlombaan. Jika memungkinkan, di bulan agung ini Anda mengadakan tiga kali perlombaan, satu kali setiap sepuluh hari.

Dari beberapa kali perlombaan itu, sebagian di antaranya melombakan buku atau kaset ceramah, di mana pertanyaan lomba diambil dari buku atau kaset tersebut, atau mencari solusi untuk problematika yang berkembang di tengah masyarakat, seperti sikap lalai terhadap shalat jamaah, fenomena kaum perempuan yang membuka wajahnya, dan lain sebagainya.

 

12. Upayakan agar kelompok-kelompok hafalan Al-Qur`an di masjid terus berlanjut di bulan yang agung ini dalam beberapa kesempatan yang berbeda.

Misalnya, untuk orang dewasa disediakan waktu setelah shalat subuh atau setelah ashar.

13. Jadikan hari raya lebih bermakna.

Caranya dengan mengumpulkan warga lingkungan di serambi masjid setelah pelaksanaan shalat Id, mereka bisa mengobrol dan mengenal satu sama lain. Kondisikan terbentuknya kesatuan hati dan keterikatan jiwa.

14. Ramadhan menjadi titik tolak komunikasi Anda sepanjang tahun, dengan orang-orang yang Anda lihat menunaikan shalat bersama Anda selama satu bulan ini.

Bulan Ramadhan telah menarik mereka satu langkah ke depan, langkah-langkah selanjutnya menjadi tugas Anda.

Tidak samar bagi orang seperti Anda, bahwa metode dakwah yang paling berhasil adalah interaksi yang berkesinambungan dan mendidik masyarakat secara berkesinambungan, tidak hanya sekedar melarang mereka. Melainkan himpun keduanya –nasihat dan larangan- dalam bingkai cinta, dengan dihias kesabaran.

Saya tidak melihat Anda –semoga Allah selalu menjernihkan wajah anda- kecuali selalu mengharapkan turunnya hidayah kepada orang-orang, dengan tidak lupa berdakwah kepada mereka. Jangan pernah bimbang dalam aktivitas ini, sebab teladan Anda adalah nabi dan rasul umat ini, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Keempat: Masjid merupakan titik tolak agama ini.

Hal pertama yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam begitu tiba di kota Madinah adalah membangun masjid. Di tempat inilah orang bodoh mendapat pelajaran, orang yang lalai mendapat peringatan, orang yang malas mendapat nasihat, dan segala persoalan menemukan jalan keluarnya.

Kelima: Seorang muslim akan mentolerir kekurangan dan kelalaian saudaranya sesama muslim, kesempurnaan hanya milik Allah Ta’ala.

Yang saya inginkan dari buku ini hanyalah turut menanam saham dalam aktifitas kebaikan. Saya memohon kepada Allah semoga Dia menerimanya, dan mohon maaf kepada sidang pembaca bila menjumpai kesalahan dan kealpaan, karena yang demikian itu adalah sunnatullah yang berlaku pada makhluk-Nya.

Semoga Allah meninggikan derajat Anda, meningkatkan pahala Anda, dan membimbing Anda untuk turut menolong Islam dan kaum muslimin.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Tulisan diambil dari [Abu Syafiq/BersamaDakwah.Net]

Comments
Loading...
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE