Biografi Soemitro Djojohadikoesoemo Begawan Ekonomi Indonesia

Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo (lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 29 Mei 1917 – meninggal di Jakarta, 9 Maret 2001 pada umur 83 tahun) beliau adalah seorang ekonom Indonesia yang terkenal.

Selain itu, Soemitro juga merupakan ayah dari Mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto, ayah mertua dari mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedradjad Djiwandono, dan juga besan dari mantan Presiden Indonesia, Soeharto.

Soemitro adalah anak dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPAS pertama dan anggota BPUPKI.

Dalam tempo dua tahun tiga bulan ia meraih gelar Bachelor of Arts (BA). Ini merupakan waktu tercepat di Netherlands School of Economics. Ia juga sempat kuliah di Sorbone Paris

Dalam pemerintahan, posisi yang pernah diembannya adalah sebagai Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Riset atau Menristek saat ini.

Pada tahun 1955 ia mendirikan ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia). Ia pun berjuang mewujudkan Fakultas Ekonomi UI sebagai school of economics berintegritas tinggi. Dari sanalah muncul tokoh JB Sumarlin, Ali Wardhana, dan Widjojo Nitisastro. Merekalah yang menentukan corak ekonomi Indonesia selama 1967-1997.

Di usia ke-33, Sumitro pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian RI. Ia meraih gelar doktor di Nederlandse Economise Hogeschool, Rotterdam, Belanda pada tahun 1943 dengan disertasi berjudul Het Volkscredietwezen in de Depressie.

Sumitro dikenal aktif menulis, dengan cakupan khusus masalah ekonomi. Buku terakhir ia tulis adalah Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, diterbitkan Pustaka Sinar Harapan, April 2000. Selama 1942-1994, Sumitro menulis sebanyak 130 buku dan makalah dalam bahasa Inggris.

Sumitro memperoleh banyak penghargaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Misalnya, Bintang Mahaputra Adipradana (II), Panglima Mangku Negara, Kerajaan Malaysia, Grand Cross of Most Exalted Order of the White ElephantFirst Class dari Kerajaan Thailand, Grand Cross of the Crown dari Kerajaan Belgia, serta yang lainnya dari Republik Tunisia dan Prancis.(RSB).

Pada usia menjelang 84 tahun, Sumitro meninggal dunia pada Jum’at, 9 Maret 2001 pukul 00.00 di Jakarta, setelah beberapa lama dirawat karena sakit jantung. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Umum Karet Bivak Jakarta Pusat.

Demikian sedikit ulasan “Biografi Soemitro Djojohadikoesoemo Begawan Ekonomi Indonesia,” semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.