Memaknai Ramadhan, Memahami Kondisi Bangsa Palestina Serta Bumi Lainnya

Memaknai Ramadhan, Memahami Kondisi Bangsa Palestina Serta Bumi Lainnya

Bulan ramadhan bagi umat nabi Muhammad menjadi salah satu event spesial yang tidak boleh disia-siakan. Dengan umur rata-rata sekitar 60 tahun umat nabi Muhammad lebih pendek dari pada umat nabi sebelumnya. Seperti umat nabi Nuh yang 900 tahun. Namun usia pendek itu tidak dengan amal yang bisa dilakukan.

Ada malam lailatul qodar yang bisa melipatkan pahala hingga 1000x, sehingga usianya pendek namun amalnya bisa menyerupai dengan umat yang usianya panjang

Bulan Suci ramadhan bagi umat Islam juga bisa diisi dengan berbagai amal untuk menghidupinya. mulai dari taraweh, infak, sedekah, tilawah, dan kebaikan lainnya.

Bersyukur hidup di BUmi Indonesia karena kita masih bisa menghidupkan ramadhan dengan mudah, di sisi bumi lainnya masih banyak saudara sesama muslim yang untuk shalat saja masih dibawah ancaman, saudara kita di Palestina, Rohingnya, Somalia dan lainnya.

Walaupun sesungguhnya rakyat Palestiana sesungguhnya tidak membutuhkan bantuan kita, namun sebaliknya kitalah yang membutuhkan Palestina. ada sebuah perkataan “Barangsiapa yang mengira Gaza Palestina kehabisan darah, silahkan dia ngaca diri, Gaza sesungguhnya mendonorkan darahnya untuk umat yang sudah kehabisan darah.”

KIta butuh mendoakan mereka dan memberikan donasi bukan berarti karena mereka membutuhkan, namun kita yang yang merasa lemah tidak berada di sana.Bersama mempertahankan bumi para nabi apalagi masjidil Aqsha sebagai kiblat pertama umat Muslim.

 

Kondisi Terkini Palestina

Demonstrasi warga Palestina menolak pemindahan duta besar Amerika ke Yerusalem, dikabarkan 58 warga Palestina menjadi korban pembantaian. Beberapa negara seperti Turki mengecam kejadian ini, dan rencanaya OKI akan menggelar pertemuan besok untuk membahas sikap dunia Islam.

Seperti dilansir laman Republika, ada 34 situasi sulit yang dirangkum oleh kantor berita Anadoly Turky  yang  menggambarkan derita bangsa Pelastina secara beruntun sejak tahun tersebut. Berikut beberapa gambaran tulisan yang dimuat di republika 18 Mei 2017 (Tahun kemarin)

1. Pada 1948, sejumlah bandit Zionis Israel memaksa dan melakukan pengusiran terhadap 800 ribu rakyat Palestina, dari total 1,4 juta penduduk Palestina. Mereka diusir dari kampung-kampung mereka.

2. Bandit-bandit Zionis ini telah melakukan lebih dari 70 kasus pembantaian dan pembunuhan bangsa Palestina, sehingga total yang mati terbunuh saat itu mencapai 150 ribu orang.

3. Sebelum peristiwa Nakbah ini, rakyat Palestina hidup tenang di 1.300 desa dan kota di tanah Palestina yang bersejarah. Namun setelah Nakbah, Zionis Israel akhirnya menduduki 774 desa dan kota, 531 di antaranya dihancurkan secara total.

4. Jumlah rakyat Palestina sebelum Nakbah sebanyak 1,4 juta jiwa. Namun di penghujung tahun 2015 menjadi 12,4 juta jiwa. Ini menunjukkan bahwa terjadi lonjakan jumlah penduduk hingga hari ini sebanyak 8,9 kali lipat.

5. Namun dari total tersebut, hanya 6,3 juta jiwa yang kini hidup di tanah Palestina. Baik yang berada di Jalur Gaza, Tepi Barat, Jerusalem, dan Israel.

6. Diperkirakan terdapat 154 ribu bangsa Palestina pada tahun 1948 yang sama sekali tidak meninggalkan tanah Palestina. Jumlah itu kini bertambah menjadi 1,5 juta jiwa di penghujung tahun 2015.

7. Jumlah penduduk Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat berdasarkan sensus akhir tahun 2015 sebanyak 4,8 juta jiwa. Dengan rincian, 2,9 juta jiwa di Tepi Barat, dan 1.9 juta jiwa di Jalur Gaza.

8. Jumlah penduduk di provinsi Al-Quds (Jerusalem) sekitar 423 ribu jiwa, sekitar 62,1 persen dari mereka menetap di pemukiman yang diduduki Israel setelah pendudukan Israel terhadap Tepi Barat tahun 1967.

9. Rata-rata kepadatan penduduk di Tepi Barat dan Jalur Gaza mencapai 789 orang setiap satu kilometer persegi. Adapun di Tepi Barat, hanya 513 orang setiap kilometer persegi. Sedangkan di Jalur Gaza, sekitar 5.000 lebih setiap satu kilometer persegi.

10. Adapun di Israel, kepadatan penduduk di akhir 2015, hanya sekitar 391 orang setiap satu kilometer persegi, baik merupakan keturunan dari Arab ataupun Israel.

11.Persentase bangs Palesitina di atas tanah Palestina yang bersejarah ini, sebesar 48 persen dari total penduduk.

12. Diprediksi, jumlah penduduk Palesitina akan terus meningkat menjai 7,1 jiwa di penghujung tahun 2020 jika indeks rata-rata pertumbuhan penduduk masih seperti saat ini.

13. Jumlah pengungsi Palestina yang saat ini bermukim di Tepi Barat dan Jalur Gaza mencapai 42 persen dari total jumlah penduduk.

14. Jumlah Pengungsi Palestina menurut data UNRWA PBB, total jumlah pengungsi hingga 2015, mencapai 5,59 juta pengungsi.

15. Sebanyak 28,7 persen pengungsi hidup di kamp-kamp pengungsian. Mereke tersebar di berbagai tempat. Terdapat 10 kamp pengungsian di Jordania, 9 di Suria, 12 di Lebanon, 19 di Tepi Barat dan delapan di Jalur Gaza. Adapun selebihnya mereka bermukim di berbagai negara di dunia.

16. Angka-angka tersebut merupakan perkiraan minimum dari total pengungsi yang sesungguhnya. Angka ini tidak termasuk bagi mereka yang terusir pada tahun 1949 hinga akhir perang Juni 1967.

17. Penguasan Wilayah Palestina, saat ini Israel menguasai lebih dari 85 persen tanah Palestina atau sekitar 27 ribu kilometer persegi. Adapun yang tersisa bagi rakyat Palestina sendiri hanya sekitar 15 persen.

18. Israel mendirikan wilayah terisolir sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza dengan mencaplok sekitar 24 persen wilayah Jalur Gaza  atau sekitar 360 kilometer persegi.

19. Israel menguasai lebih dari 90 persen wilayah Gor Jordania.

20. Sejumlah wilayah diberi kode berdasarkan kesepakatan Oslo 1, namun wialyah itu kini dikuasai Israel sekitar 60 persen dari total wilayah Tepi Barat.

21. Sebanyak 12 persen wilayah Tepi Barat dicaplok Israel demi membangun tembok baja pemisah.

22. Di akhir 2014, jumlah wilayah yang berhasil diduduki Israel di Tepi Barat sebanyak 413. Dari jumlah ini, 150 menjadi permukiman ilegal.

23. Jumlah penduduk Israel di Tepi Barat mencapai 599 ribu lebih di 2014.

24. Sekitar 48 persen penduduk Yahudi di Tepi Barat, tinggal di Jerusalem atau sekitar 286 ribu lebih.

25. Perbandingan penduduk Israel yang tinggal di Tepi Barat dan penduduk Palestina sekitar 21 persen. Dengan kata lain, setiap 100 penduduk Palestina, terdapat 21 pendudk Yahudi di Tepi Barat.

26. Sumber Daya Air: Israel menguasai mayoritas sumber-sumber air terbarukan di Palestina. Rakyat Palestina hanya merasakan sekitar 110 juta meter kubik dari total 750 meter kubik.

27. Fakta mendesak bangsa Palestina untuk membeli kebutuhan air bersih dari Israel.

28. Total jatah kebutuhan air untuk setiap penduduk Palestina di Tepi Barat setiap hari mencapai  79,1 liter perhari.

29. Adapun di Jalur Gaza, jatah kebutuhan air setiap satu orang penduduk sekitar 79 liter perhari, hal terjadi akibat kurangnya pasokan air dari sumber-sember air yang tersedia.

30. Sekitar 97 persen sumber air di Jalur Gaza tidak memenuhi standar kesehatan dunia untuk dikelola sebagai air minum.

31. Jatah air minimum  yang seharusnya  diberikan kepada setiap warga Palestina sebanyak 100 liter perhari menurut rekomendasi  WHO.

32. Jumlah Syuhada dan Tahanan Palestina: Total korban syahid sejak intifadah tahun 2000 mencapai 10.500 jiwa syahid berdasarkan data statistik resmi.

33. Total tahanan Palestina di penjara Israel sejak tahun 1967 sampai 2017 mencapai satu juta orang.

34. Adapun jumlah tahanan yang masih mendekam di dalam penjara Israel berdasarkan data terbaru sebanyak 6.500 orang.

Demikian sedikit ulasan “Memaknai Ramadhan, Memahami Kondisi Bangsa Palestina Serta Bumi Lainnya“, semoga bermanfaat.

 

Sumber Foto Sindonews

Comments
Loading...
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE