Urgensi Pentingnya Zakat, Potensi dan Solusi Bagi Mengentaskan Kemiskinan

Urgensi Pentingnya Zakat, Potensi dan Solusi Bagi Mengentaskan Kemiskinan

”Sesungguhnya harta dan anak-anak kalian adalah ujian dan Allah memiliki pahala yang agung di sisi-Nya\”. (QS al-Taghabun :15)

Sebagai umat muslim untuk mencapai kehidupan yang kekal jangan sampai kalah dengan mereka yang mengejar dunia saja atau berkutat dalam dunia bisnis saja. Seperti bagaimana kita mempersiapka bulan suci ramadhan tentu harus lebih dari mereka. Sebagian orang sudah mempersiapkan produk-produknya yang siap dikeluarkan untuk meraih pasar ramadhan.

Baru baru ini google sebagai perusahaan digital asal AS mengeluarkan rilis terkait keyword yang banyak dicari saat ramadhan oleh umat Islam adalah kata “zakat”, sehingga tidak heran sehingga banyak lembaga-lembaga zakat yang dicari oleh umat Muslim.

Namun jika melihat potensi zakat umat Muslim di Indonesia seperti rilis dari BAZNAS tahun 2017 adalah 280 triliun dan baru terserap 6 triliun dari seluruh lembaga zakat yang ada di Indonesia. Menurut Baznas dari data tersebut ada peningkatan 20 persen dari 2016.

Semoga ini menjadi indikasi positif bahwa saat ini umat Islam sudah meningkat kesadaran zakatnya. Disisi lain realita yang ada adalah, antrian haji umat Islam sudah mencapai puluhan tahun diberbagai daerah, bahkan ada yang sampai 30 tahun. Sementara kesaradaran zakat masih kecil. Ada anekdot

Haji antri-antri, zakat nanti-nanti

Dalam Al-quran menyebutkan tidak kurang 27 ayat yang menyandingkan sholat dan zakat, menunjukan betapa pentingnya zakat umat Muslim ini. sehingga harusnya menuumbuhkan kesadaran

Kemiskinan material mendapat perhatian dari Islam dengan sepenuhnya. Islam menilai kemiskinan itu sangat membahayakan akidah, akhlak dan pola pikir manusia serta sangat membahayakan keluarga dan masyarakat. Tidak heran bila kemiskinan merupakan salah satu hal yang sangat dibenci rasulullah sehingga beliau berlindung kepada Allah dari kondisi kemiskinan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Aisyah, Rasulullah berdoa,

”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka, dari adzab neraka. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari fitnah kekayaan. Dan aku juga berlindung kepad-Mu dari fitnah kemiskinan”.(HR Bukhari).

Dengan berjalannnya mekanisme zakat di masyarakat maka perputaran ekonomi tidak hanya melulu pada orang kaya saja. Selain untuk pemberdayaan adalah agar orang yang kurang mampu bisa mandiri dan merubah mindset mereka dari mustahiq menjadi muzaki. Dengan zakat ini kita juga bisa membiasakan bersih, mengeluarkan hak mereka

Baca juga : 8 Asnaf atau Golongan yang Berhak Menerima Zakat

”Dan orang-orang yang dalam harta-hartanya itu terhadap hak yang nyata bagi peminta dan yang miskin”.(QS al-Maarij 24-25).

Comments
Loading...
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE