8 Pertanyaan Sensitif ini Perlu Dihindari Saat Lebaran

8 Pertanyaan Sensitif ini Perlu Dihindari Saat Lebaran

0

Lebaran merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim di Dunia. Khususnya di Indonesia ada budaya mudik yang masih dilestarikan hingga kini.

Beberapa ritual mudik antara lain sungkeman dengan orang tua, keluarga dan handai taulan.

Dalam situasi tersebutlah akan banyak saling sapa dan menanyakan kabar antara sesama anggota keluarga maupun teman sejawat.

Suasana riang dan gembira tentu melekat dan sangat dirindukan oleh sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia. Buktinya mereka rela antri berjam-jam dijalan raya baik saat pulang kampung maupun balik mudik.

Hindari Gurauan

Ada beberapa orang yang kurang sensitif, kondisi bahagia tersebut justru dijadikan ajang pamer antar sesama anggota keluarga. Beberapa pertanyaan dan gurauan yang justru saling menyakiti dan merusak komunikasi. Walaupun hal ini jarang disadari karena sudah dianggap biasa.

Berikut beberapa pertanyaan sensitif yang perlu dihindari.

1. Kapan Nikah

Bagi orang yang cuek tentu tidak ada masalah dengan pertanyaan seperti ini. Tinggal dijawab “KUA masih tutup.” Namun ada juga yang pendiam dan menghindari pertanyaan ini karena memang belum ada rencana dalam waktu dekat.

2. Kerja Dimana.

Pekerjaan bagi sebagian orang jaman dahulu adalah unjuk strata sosial. Jika menjadi PNS maka orang tua akan merasa bangga. Namun sekarang banyak juga pekerjaan yang tidak terkenal namun bisa menghasilkan.

Walaupun hanya freelance atau serabutan. Dan tentu banyak juga yang tidak mau dicari cari pekerjaannya tersebut.

3. Kapan Punya Momongan.

Tidak semua keturunan anak Adam dimudahkan dalam memiliki momongan. Ada yang banyak momongan ada juga yang lama untuk memiliki momongan. Alangkah baiknya kita menanyakan atau mendoakan untuk segera mendapat momongan bagi yang belum. Dan mendoakan semoga menjadi anaka  yang soleh bagi yang sudah memiliki.

4. Kapan Balik.

Mudik atau bisa juga dikatakan pulang kampung. Bisa jadi mereka tidak mau balik lagi, alias menetap atau mencari kerja baru di kampung halaman. Jadi tidak usah sok perhatian ya…Kecuali anda bisa memberikan solusi dan diajak diskusi.

5. Kapan Lulus.

Tidak semua anak akan lancar dalam proses belajarnya, sebagian butuh perjuangan bahkan dalm waktu yang lebih lama dari lainnya.

6. Berapa Gajimu.

Jangan anggap remeh pertanyaan ini ya. Kalau gak percaya coba saja tanyakan. Pasti kebanyakan orang tidak mau menjawabnya. Karena memang ini masuk privacy seseorang.

 

7. Sudah punya rumah belum.

Sebagian anak muda sekarang, memanggap rumah tidak terlalu penting. Mereka akan lebih memilih kontrak dab berpindah pindah. Tentu ini tidak berlaku untuk semua orang.

8. Calonmu siapa.

Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan nomer satu, namun lebih detail dan mendalam lagi. Hindar pertanyaan pertanyaan detail untuk memulai percakapan. Carilah persamaan bisa hobi, cita cita, profesi atau yang sejenis.

 

kira kira pertanyaan diatas bisa mewakili beberapa kegundahan sebagian masyarakat di Indonesia. Akan lebih bijaksana ketika kita  mengetahui latar belakang dan kondisi setiap lawan bicara kita. Jangan ngawur asal ngomong yang justru akan melukai perasaan. Semoga sedikit coret coret diatas bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.