Berbagi Pengalaman Bayi Tabung di RSIA Ferina Surabaya Dr Aucky Hinting

Cerita ini kami mulai dari dua tahun sebelum akhirnya kami berdua memutuskan untuk berobat medis melalui cara bayi tabung atau secara medis biasa disebut In vitro fertilization (IVF), saat kami pertama kali konsultasi dengan usia mendekati 40 tahun langsung direkomendasikan melakukan proses ini. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan memberikan sedikit pengetahuan yang bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Saat itu kami sudah melakukan proses awal dari IVF yaitu tes HIV AIDS yang terdiri dari tes darah dan juga tes kesehatan rahim, dengan biaya yang lumayan untuk ukuran kami saat itu. Ada satu nama dokter yang kami jadikan judul tulisan dengan harapan banyak yang membaca tulisan ini yaitu Dr Aucky Hinting, selain itu banyak dokter lain yang bertugas di klinik yang baru bulan April 2017 resmi menjadi Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Ferina ini, yaitu dokter Lia, dr Hendro, dan dokter lainnya

Dan sambil evaluasi, berdoa, dan menabung sesuai info harga saat dua tahun setelah proses awal dulu kami memutuskan untuk melanjutkan IVF dimulai dari proses awal.

Satu bulan sebelum proses dimulai kami diberkan vitamin penambah energi, bagi istri diberikan obat pil KB dengan tujuan untuk membersihkan kista yang ada dalam kandungan (menurut info dari dokter).

Satu bulan setelah itu tepatnya 26 April 2017 kami melakukan proses awal yaitu suntik hormon bagi istri kalau dihitung dilakukan selama 9 kali dan dilakukan pada malam hari kisaran pukul 18.00-19.00 WIB dilakukan hingga tangga 4 Mei. dan dua hari terakhir ditambah 2 suntikan penguat. dengan tujuan meningkatkan kadar hormon istri.

Beberapa kali dalam proses ini dilakukan USG dan cek darah untuk mengetahui perkembangan jumlah horman dan kesehatan istri.

Menurut informasi dari beberapa pasien, proses ini bisa dilakukan secara mandiri dengan catatan ada resep dan rekomendasi dari dokter, selain efektif bisa menghemat anggaran juga sepertinya bagi yang jarak jauh. Tetapi bagi yang tidak mau mengambil resiko cara ini tidak disarankan.

Dua hari setelah proses suntik ini, kedua pasangan diambil sel telurnya dan suami diambil sperma untuk disatukan kedalam labolatorium. Proses ini biasa disebut Ovum Pick Up (OPU). Proses OPU dilakukan pada jam 07.00 pagi dan istri wajib puasa sejak pukul 23.00 WIB. untuk suami tidak perlu melakukan puasa.

Untuk proses ini bagi pihak istri akan mengalami proses yang sakit dalam kaca mata medis sehingga sebagian orang memilih menggunakan anastesi agar tidak sakit, alhamdulillah pengalaman kami tidak menggunakan anastesi dan berhasil melewati proses ini.

Dua hari setelah OPU kami menjalani proses embrio transfer (ET), penentuan hari ini masing masing berbeda sesuai jumlah sel telur dan kemampuan masing masing orang, kembali kami bersyukur karena dari sel telur yang diambil berhasil dimasukan kedalam rahim, kami tetap terus berdoa kepada Allah apapun hasilnya nanti merupakan kehendak Allah bukan campur tangan manusia.

……..

Akhir bulan kami sudah pasrah dengan jawaban dokter yang tidak kami harapkan tentunya, tetapi sebuah pelajaran bahwa semua kembali kepada Allah pencipta segala sesuatu, manusia hanya diperintahkan untuk ikhtiar. Semoga ikhtiar ini dicatatat sebagai catatan ikhtiar kami didunia. Kami berkhusnudzon kepada Allah semoga ini yang terbaik bagi kami

Semoga tulisan dengan judul ini “Berbagi Pengalaman Bayi Tabung di RSIA Ferina Surabaya Dr Aucky Hinting” bermanfaat

Comments (0)
Add Comment