Biografi Singkat Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau Habib ali Kwitang

INITU.ID – Tulisan ini akan membahas tentang biografi singkat Habib Ali Bin Abdurrahman Alhabsyi atau Habib Ali Kwitang

Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi, atau sebutan lain Habib Ali Kwitang (20 April 1870 – 13 Oktober 1968) merupakan salah satu tokoh penyiar agama Islam terdepan di Jakarta pada abad 20.

Berikut biografi singkat Habib Ali Bin Abdurrahman Alhabsyi atau Habib Ali Kwitang dikutip dari berbagai sumber

Habib Ali Kwitang juga sebagai pendiri dan pimpinan pertama pengajian Majelis Taklim Kwitang yang merupakan satu cikal-bakal organisasi-organisasi keagaaman lainnya di Jakarta.

BACA JUGA

Dalam rangka meneruskan tugas dakwahnya, Habib Ali membangun Masjid Al-Riyadh tahun 1940-an di Kwitang serta di samping masjid tersebut didirikannya sebuah madrasah yang diberi nama Madrasah Unwanul Falah.

Tanah yang digunakan untuk membangun masjid tersebut merupakan wakaf yang sebagian diberikan oleh seorang betawi bernama Haji Jaelani (Mad Jaelani) asal Kwitang.

Banyak ulama betawi atau Jakarta yang pernah menjadi muridnya atau pernah belajar di madrasah yang didirikannya. Di antara muridnya yang terkenal adalah K.H. ‘Abdullah Syafi’i (pendiri majlis taklim Assyafi’iyah, K.H. Thahir Rohili (pendiri majlis taklim Atthohiriyah dan K.H. Fathullah Harun (ayah dari Dr. Musa Fathullah Harun, seorang bekas pensyarah UKM).

Saat meninggalnya Habib Ali, stasiun penyiaran TV satu-satunya Indonesia saat itu, TVRI, menyiarkan berita wafatnya.Habib Salim bin Jindan membaiat putera Habib Ali yang bernama Muhammad untuk meneruskan perjuangan keagamaan yang dilakukan ayahnya.

Putera sulungnya yang bernama Abdurrahman mengawini seorang wanita keturunan belanda bernama Maria Van Engels yang lalu masuk islam dan mengubah namanya menjadi mariam. Artis Indonesia, Zee Zee Shahab adalah merupakan salah satu cucu buyut dari hasil pernikahan Abdurrahman dengan Maria Van Engels ini.

BACA JUGA: Daftar Nama Marga Keturunan Nabi Muhammad (Habib) Di Indonesia

Selama di Hadramaut, Habib Ali Alhabsy telah belajar kepada banyak guru-guru, diantara guru-guru beliau adalah sebagai berikut :

  • Satu, Al-’Arif billah Al-Imam Al-Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi (Shohibul maulid di Seiwun)
  • Dua, Al-Imam Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-’Attos (Huraidha)
  • Tiga, Al-Habib Al-Allammah Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur (Mufti Hadramaut)
  • Empat, Al-Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus (Bor)
  • Lima, Al-Habib Ahmad bin Muhammad Al-Muhdhor (Guwairah)
  • Enam, Al-Habib Idrus bin Umar Alhabsyi (Ghurfah)
  • Tujuh, Al-Habib Muhammad bin Sholeh bin Abdullah Alatas (Wadi Amed)
  • Delapan, As-Syeikh Hasan bin Mukhandan (Bor)

Setelah belajar di Hadramaut, kemudian Habib Ali Alhabsy melanjutkan pendidikannya ke tanah suci Makkah. Ketika belajar di Makkah, beliau belajar kepada banyak guru, diantara guru-guru beliau adalah sebagai berikut :

  • Mufti Makkah Al-Imam Muhammad bin Husin Alhabsyi
  • Sayid Bakri Syaththa’
  • As-Syeikh Muhammad Said Babsail
  • As-Syeikh Umar Hamdan

Selama belajar pada kedua tempat, Habib Ali Alhabsy telah menyelesaikannya selama 6,5 tahun. Kemudian ketika dirasa sudah cukup, akhirnya beliau kembali ke Indonesia.

BACA JUGA : Pengertian Dan Macam Macam Gempa Bumi, Materi IPA Kelas 4 SD MI

Setiba di Indonesia, Habib Ali Alhabsy masih melanjutkan pendidikanya dengan belajar kepada para guru-guru yang ada di Indonesia. Para guru-guru tersebut diantaranya :

  • Satu, Al-Habib Muhammad bin Thohir Alhaddad (Tegal)
  • Dua, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi (Surabaya)
  • Tiga, Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alatas (Empang, Bogor)
  • Empat, Al-Habib Husin bin Muhsin Asy-Syami Alatas (Jakarta)
  • Lima, Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhor (Bondowoso)
  • Enam, Al-Habib Ahmad bin Muhsin Alhaddar (Bangil)
  • Tujuh, Al-Habib Abdullah bin Ali Alhaddad (Bangil)
  • Delapan, Al-Habib Abdullah bin Usman Bin Yahya (Mufti Jakarta)
BiografiHabib Ali KwitangTokoh Masyarakat
Comments (0)
Add Comment