Biografi Singkat Kyai Haji Noer Alie pahlawan Nasional Asal Bekasi

Saat Noer Ali lahir, Ujung harapan Bahagia masih bernama Desa Ujung malang, Onder distrik Babelan, Distrik Bekasi, Regentschap (Kabupaten) Meester Cornelis, Residensi Batavia.

Masa kecil

Kiai Haji Noer Alie adalah putera dari Anwar bin Layu dan Maimunah binti Tarbin. Noer Alie anak yang keempat dari sepuluh saudara. Kakaknya bernama H Thoyib, Hh Arfah, dan Hh Ma’anih. Adiknya Hh Marhamah, H Marzuki, KH Muhyidin, Mujtaba, dan Hh Hasanah.

Semangat belajar ditunjukkan Noer Alie sejak masa kanak-kanak.

Pada usia di bawah lima tahun Noer Alie mulai menangkap dan mengenal huruf Arab serta menghafal surat-surat pendek dalam Al-Qur’an yang diajarkan orangtua dan kakaknya.

Ketika berusia 7 tahun Noer Alie mengaji pada Guru Maksum di Kampug Ujungmalang Bulak, sedangkan kakak dan adik perempuannya mengaji pada Ustazah Saonah, juga di Kampung Bulak.

Noer Alie yang sudah terbiasa diajarkan mengaji oleh orang tua dan kakaknya, tidak merasa kesulitan dalam mencerna pelajaran yang diberikan gurunya.

Pada usia 9 tahun Noer Alie mengaji pada Guru Mughni di Ujung malang.

Disini Noer Alie mendapat pelajaran lanjutan dari ilmu dasar yang diberikan Guru Maksum, serta pelajaran alfiah atau tata bahasa Arab, Al-Qur-an, tajwid, nahwu, tauhid, dan fiqih.

Baca juga: Biografi Singkat Pahlawan Nasional Buya Hamka Ulama Sekaligus Politisi

Noer Alie termasuk murid yang pandai, cerdas, dan tekun. Semua mata pelajaran dikuasai dengan baik. Noer Alie kecil juga dinilai keluarganya sebagai anak rajin dan berbakti kepada kedua orangtua.

Satu kelebihan Noer Alie sudah tampak sejak kecil yang kelak akan mempengaruhi kepemimpinannya, yaitu jika bermain dia tidak mau tampil di belakang atau sebagai pengiring. Ia selalu ingin tampil di muka sebagai orang yang pertama, memimpin.

bekasiBiografiNoer AliePahlawan Nasional
Comments (0)
Add Comment