Fungsi dan Keutamaan Alat Pelindung Diri (APD) Bagi Tenaga Medis

Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya. Jenis APD disesuaikan dengan jenis pekerjaan. Semakin memiliki resiko tinggi maka semakin lengkap penggunaannya

Semenjak mewabahnya COVID-19 istilah APD banyak digunakan di pemberitaan meida maupun media sosial. Berawal dari banyaknya korban tenaga medis yang meninggal dan tertulari COVID-19, APD juga mulai banyak dibicarakan ketika persediaanya semakin langka dan harganya mahal.

Berikut coba kita bahas menurut beberapa versi yang coba kita rangkum dalam tulisan ini.

APD Menurut Peraturan Menteri

Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departement Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Hal ini tertulis di Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 tentang pelindung diri. Adapun bentuk dari alat tersebut adalah:

  • Safety Helmet
    Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung. Biasanya digunakan pekerja proyek konstruksi, bangunan atau pekerjaan outdoor. Dan juga pekerjaan di dalam tanah atau bangunan dalam proses pengerjaan.
  • Sabuk Keselamatan (safety belt)
    Berfungsi sebagai alat wajib yang digunakan sebagai pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa (mobil, pesawat, alat berat, dan lain-lain). Diwajibkan juga saat melakukan pekerjaan dengan ketinggian seperti memasang schafolding dan sejenisnya
  • Sepatu Karet (sepatu boot)
    Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
  • Sarung Tangan ; Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
  • Sepatu pelindung (safety shoes)
    Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
  • Tali Pengaman (Safety Harness)
    Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter.
  • Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff)
    Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.
  • Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)
    Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas).
  • Masker (Respirator)
    Masker memiliki fungsi untuk penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb). Ada beberap ajenis masker N95, Reusable Facepiece Respirator, ada juga masker kain yang saat ini diwajibkan digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai sarana mencegah persebaran COVID-19.
  • Pelindung wajah (Face Shield)
    Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda). Saat ini banyak dimodifikasi juga untuk tenaga medis agar tidak terkena droplet.
  • Jas Hujan (Rain Coat)
    Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat).

Keutamaan Alat Pelindung Diri (APD) Bagi Tenaga Medis

Alat pelindung diri (APD) merupakan kebutuhan pokok tenaga medis. Disini termasuk dokter dan tenaga medis dalam menangani pasien infeksi virus corona (Covid-19). Penggunaan Alat pelindung diri (APD) dilakukan sesuai petunjuk dan standar kesehatan dunia dari WHO.

Alat Pelindung Diri (APD) Bagi Tenaga Medis

Dokter ahli kesehatan masyarakat Halik Malik menjelaskan ketentuan pemakaian APD bagi tenaga medis. APD untuk tenaga kesehatan terdiri dari cover all jumpsuit yang serupa baju astronaut, penutup kepala, kacamata pelindung, masker, sarung tangan, dan sepatu.

Ketentuan APD bagi tenaga medis

  • setelah keluar satu ruang isolasi di mana terdapat sejumlah pasien, APD harus dilepas dan diganti dengan yang baru
  • APD untuk tenaga kesehatan terdiri dari cover all jumpsuit yang serupa baju astronaut, penutup kepala, kacamata pelindung, masker, sarung tangan, dan sepatu.
  • Harus standar jangan samapi terjadi kebocoran yang menyebabkan tertularnya Virus.

Kelemahan APD

  • Hanya dipakai sekali dan tidak bisa dipakai oleh orang yang berbeda.
  • Proses memasang dan melepas butuh waktu yang lama
  • Desain yang kurang simple menyebabkan membatasi pergerakan pengguna

Demikian sedikit ulasan “Fungsi dan Keutamaan Alat Pelindung Diri (APD) Bagi Tenaga Medis,” semoga bermanfaat.

APD