Mengenal Sejarah, Arsitektur Masjidil Haram Masjid Terbesar di Dunia

Masjidil Haram merupakan tempat suci yang rutin dikunjungi umat Islam. Masjid ini memiliki daya tampung 900.000 jamaah. Masjid terbesar di dunia ini , bahkan bisa menampung mencapai 4 juta saat musim haji tiba.

Bangunan masjid ini mengukir sejarah panjang, karena bangunan utama Ka’bah sudah ada sejak zaman nabi Adam as.

Nabi Ibrahim bersama isterinya Siti Hajar dan puteranya Ismail AS berhijrah dari tanah babilonia menuju sebuah daerah padang luas yang kemudian menjadi cikal bakal kota Makkah seperti saat ini.

Pada zaman Rosulullah Saw, bangunan kabah direnovasi dan masyarakat suku Quraisy mempercayakan Nabi Muhammad Saw sebagai peletak hajar azwad, dan kemudian bergelar “Al Amin”

Pintu

Secara keseluruhan ada 129 pintu di Masjidil Haram. Untuk memasuki Masjidil Haram, terdapat 4 pintu utama dan 45 pintu biasa yang biasanya buka selama 24 jam sehari, masing masing pintu tersebut memiliki sebuah nama, di antara pintu pintu tersebut ada yang bernama Shafa, Darul Arqam, Ali, Abbas, Nabi, Bani Syaibah, dan lain-lain, pintu pintu tersebut berada di sekeliling Masjidil Haram.

Di antara pintu-pintu tersebut terdapat sebuah pintu yang sangat populer dan paling utama dan biasanya sering menjadi terdapat bergerombol para jamaah yang menginginkannya untuk memasuki pintu tersebut, pintu tersebut bernama Babus Salam. dengan melalui pintu tersebut akan dapat langsung melihat Kakbah, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim dan Hijir Ismail.

Pintu sejumlah 129 buah tersebut telah dilengkapi dengan lampu penunjuk berwarna merah dan hijau, jika lampu hijau menyala, berarti di dalam masjid masih terdapat tempat yang kosong . namun, jika lampu merah menyala, berarti tak ada tempat lagi di dalam masjid, masjid tersebut juga menyediakan 50 pintu yang dikususkan bagi para penyandang cacat dan mereka yang tidak bisa berjalan.

Masjidil Haram memiliki beberapa pintu atau gerbang, dengan di kelompokkan menjadi pintu terdahulu dan pintu-pintu baru.

Pintu Shafa pada tahun 1325 HLima pintu terdahulu Masjidil Haram

  1. Pintu Raja Abdul Aziz, nomor (1) di bagian barat.
  2. Pintu Shofa, nomor (11) di tempat sa’i.
  3. Pintu Al-Fath nomor (45) di bagian selatan.
  4. Pintu Umrah, nomor (62) di bagian selatan.
  5. Pintu Raja Fahd, nomor (79) di bagian barat

Pintu lainnya

  • Sekitar Pintu Raja Fahd (64, 70, 72, 74)
  • Di bagian timur (Pintu As-Salam, Pintu Ali, Pintu Marwah).
  • Di bagian selatan (pintu Hudaybiyah, pintu Madinah, Pintu Al-Quds.)

Beberapa pintu lain seperti pintu Hunain, pintu Shafa, pintu Marwah, pintu Qararah, pintu al-Fath, pintu Madinah, pintu Umrah, pintu (64), dan pintu (74), pintu (84), dan pintu (94).

Menara

Menara-menara terdapat pada beberapa bagian atas dari pintu-pintu Masjidil Haram. Seperti halnya pintu Masjidil Haram, menara juga di kelompokkan kedalam menara terdahulu dan menara baru.

Menara-menara terdahulu

  • Menara di atas pintu Raja Abdul Aziz.
  • Menara di atas pintu Raja Fahd.
  • Menara di atas pintu Umrah.
  • Menara di atas pintu Al-Fath.
  • Menara di atas pintu Ash-Shofa.

Menara-menara baru

  • Menara di atas pintu Raja Abdullah.
  • Menara di bagian tenggara.
  • Menara di bagian barat laut.
masjid
Comments (0)
Add Comment