Biografi Pahlawan Nasional Ruhana Kuddus Jurnalis Perempuan Pertama

Ruhana Kuddus, tokoh dari Sumatera Barat adalah wartawan perempuan. Pada 1911, Ruhana mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang. Ia juga aktif menulis di surat kabar perempuan, Poetri Hindia.

Ketika medianya dibredel pemerintah Belanda, Ruhana berinisiatif mendirikan surat kabar, bernama Sunting Melayu, yang tercatat sebagai salah satu surat kabar perempuan pertama di Indonesia. Ruhana lahir di Kota Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Roehana adalah kakak tiri dari Sutan Sjahrir, bibi penyair Chairil Anwar, dan sepupu H Agus Salim.

Nama Ruhana Kuddus mulai dikenanag lagi sejak Jum’at (8/11/2019), secara resmi dianugerahi pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Jurnalis perempuan pertama di Indonesia itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan putuskan pertemuan antara Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (6/11/2019). Sebagai wartawati, Ruhana Kuddus merupakan orang pertama yang melahirkan surat kabar perempuan. Surat kabar Soenting Melajoe yang didirikan Ruhana pertama kali terbit pada 10 Juli 1912.

“Beliau adalah wartawati pertama di Indonesia yang mendirikan surat kabar perempuan pada tahun 1912,” ujar Sejarawan Universitas Andalas Padang, Gusti Asnan, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/11/2019) malam.

Menurut Gusti, Ruhana Kuddus adalah sosok yang pertama kali menggagas penerbitan sebuah surat kabar perempuan oleh kaum perempuan dan untuk perempuan. Tidak sampai di situ saja, ia kemudian terjun langsung di redaksi surat kabar tersebut dan ikut mengisi surat kabarnya dengan tulisan-tulisannya secara terus-menerus.

Ruhana juga berasal dari keluarga yang melahirkan orang-orang besar. Dia bersaudara dengan Sutan Syahril, sepupu dari H Agus Salim dan tante dari penyair Chairil Anwar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.