Biografi Pidi Baiq Seniman Dibalik Sukses Dilan dan Milea Asal Bandung

0 50

Pidi Baiq merupakan salahsatu aktor dibalik kesuksesan film Dilan. Sebuah film yang digandrungi anak muda saat ini. Pria kelahiran Bandung ini sekarang sudah memasuki usia 46 tahun

Atau tepatnya lahir di Bandung, Jawa Barat, 8 Juli 1972. Pidi Baiq merupakan seorang seniman multitalenta asal Indonesia. Dia adalah penulis novel dan buku, dosen, ilustrator, komikus, musisi dan pencipta lagu. Namanya mulai dikenal melalui grup band The Panas Dalam yang didirikan tahun 1995.

Pidi Baiq semakin dikenal para pecinta karya sastra khususnya bergenre humor melalui karyanya berjudul Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990 terbit tahun 2014, Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991 terbit tahun 2015 dan Milea: Suara dari Dilan terbit tahun 2016.

Selain ketiga karya di atas, Pidi Baiq juga memiliki karya-karya novel yang lain seperti:

Pidi Baiq juga penulis naskah film Baracas.[2] Pada tahun 2017 Pidi Baiq menerima penghargaan dari IKAPI Award kategori Writer of The Year.

1. Mantan Dekan

Pidi Baiq terkenal dengan gayanya yang santai dan apa adanya ini memang bukan sembarang orang. Usut punya usut, Surayah memang pernah menjabat sebagai Dekan di ITB, kampus almamaternya. Dalam salah satu serial Drunken ia pernah bercerita bahwa tetangganya pun kerap kali tidak percaya dengan jabatannya tersebut. Mereka kadang berkomentar “masa iya orang seperti Pidi Baiq menjadi seorang dekan?”

Meskipun demikian, dulu memang Pidi Baiq kerap dipanggil Pak Guru, Pak Dekan, atau Pak Dosen oleh para tetangganya. Kini, selepas dari jabatan tersebut, Pidi Baiq lebih memilih menekuni dunia seni yang memang ia cintai.

2. Lulusan ITB

Meskipun kelihatannya suka nyeleneh dan asal-asalan serta tidak suka diatur. Faktanya Pidi Baiq memang bukan orang sembarangan. Ia menekuni dunia seni sejak masa perkuliahannya dengan mengambil jurusan FSRD di Institut Teknologi Bandung. Setelah lulus pun, Pidi Baiq sempat bertualang ke luar negeri seperti Amsterdam, misalnya juga untuk belajar mengenai seni dan filsafat. Ada pun cerita ketika ia berada di luar negeri seperti dalam kisah Manuskrip Amsterdam salah satunya. Fakta yang sangat menarik, ternyata Pidi Baiq mengaku bahwa ijazahnya tidak pernah diambil dari ITB.

“Untuk kenang-kenangan bahwa aku pernah di sana” katanya setiap kali diundang dalam seminar yang diadakan di kampusnya tersebut.

3. Telah Menulis Banyak Buku (selain buku Dilan, tentu saja)

Bagi kamu yang hanya mengenal Pidi Baiq dari Dilannya, ini saatnya kamu kenal lebih dekat dengan Surayah melalui karya-karya lainnya. Apa saja buku yang sudah ditulis Pidi Baiq?

Serial Drunken yang menjadi debut awal yang membuat nama Pidi Baiq dikenal khalayak merupakan bagian yang jangan sampai ketinggalan untuk kamu baca, ya. Drunken Mama, Drunken Monster, Drunken Marmut, dan Drunken Molen. Meskipun tidak sefenomenal Dilan, serial Drunken terbilang berhasil karena telah beberapa kali dicetak ulang. Bagi kamu yang mau melihat kehidupan sehari-hari Pidi Baiq, kamu harus membaca buku ini!

Seri selanjutnya yang tidak perlu dipertanyakan lagi adalah Dilan. Dilan: Dia Dilanku Tahun 1990, Dilan: Dia Dilanku Tahun 1991, dan Milea: Suara dari Dilan adalah serial wajib yang harus kamu baca. Pokoknya, kalau sampai kamu belum baca, aduh, bisa-bisa kamu disisihkan dari pergaulan. Segera pinjam kalau memang belum beli!

Nah, buku lain yang tidak kalah penting adalah buku Hanya salju dan Pisau Batu, At-Twitter, S.P.B.U, Al-Asbun, dan yang terbaru Asbunayah. Kamu bisa mengoleksinya karena di mizanstore, semua tersedia. Buku-buku awal Pidi Baiq yang berupa komik juga barangkali dapat kamu baca karena sebelum membuat tulisan-tulisan yang kamu nikmati sekarang, Pidi Baiq memang dikenal sebagai pembuat ilustrasi buku-buku serta pembuat komik.

  • Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan terbit tahun 2008.
  • Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan terbit tahun 2008.
  • Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan terbit tahun 2009.
  • Drunken Marmut: Ikatan Perkumpulan Cerita Teladan terbit tahun 2009.
  • Al-Asbun Manfaatulngawur terbit tahun 2010.
  • At-Twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya terbit tahun 2012.
  • S.P.B.U: Dongeng Sebelum Bangun terbit tahun 2012.

4. Menyukai Kung Fu

Kalau kamu adalah fans Pidi Baiq sejak lama, kamu pasti tahu serial Drunken yang menjadi debut awal Pidi Baiq. Tahukah kamu dari mana inspirasi kumpulan tulisan Pidi Baiq yang lucu, namun sarat makna tersebut? Diakui Pidi, ia sangat menyukai Kung Fu dan film Drunken Master.

Nah, serial Drunken yang ditulisnya pun terinspirasi dari film dan buku Kung Fu Drunken Master yang dibintangi Jackie Chan tersebut, lho. Buku yang ditulis dengan bahasa “sekenanya” dan tidak memerhatikan EYD—sekarang PUEBI—itu katanya ditulis seakan-akan ketika Pidi Baiq sedang mabuk. Jadi, wajar saja kalau bahasanya terkesal “seenaknya”. Masa, kamu mau memarahi orang mabuk?

Nama Istri dan Anak Pidi Baiq

  • Istri : Rosi
  • Anak : Timur Langit Hali dan Bebe Bibe Utara
  • Pendidikan : Pernah Kuliah di ITB

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.