Catatan Akhir Ramadhan

Tidak ada yang pernah membayangkan sebelumnya ramadhan tahun ini harus banyak berdiam di rumah. Hampir semua kita sudah mempersiapkan berbagai acara dan promo bagi jang berjualan untuk bulan ramadhan ini dalam kondisi normal.

Allah berkehendak lain seluruh masnusia di muka bumi saat ini diharuskan untuk membatasi semua aktifitasnya untuk melawan persebaran COVID-19. Sampai sampai tanah suci menutup ibadahnya untuk menunaikan ibadah umrah dan ibadah sholat wajib.

Sebagian masyarakat Indonesia khusunya tidak bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan normal karena ruang geraknya dibatasi, seperti pedagang pasar, pedagang keliling, Pedagang Kaki Lima (PKL), pekerja harian, OJOL dan sebagainya.

Boleh kita semakin dekat dengan keluarga, semakin banyak kegiatan dirumah. Tetapi perlu diingat juga diluar sana masih ada orang orang yang mendapatkan makan harian. Untuk membeli paket internet masih kesulitan. Belum lagi beban cicilan yang sepertinya tidak bisa ditunda lagi.

Fenomena saat ini kita juga sering mendengar kejahatan yang semakin terekspos. Tidak main main pembunuhan, pemerkosaan, dan lainnya. Ada yang dilakukan oleh para residivis yang mendapat keringanan. Ada juga pelaku baru .

Belum ada penelitian yang dilakukan secara khusus yang mengaitkan antara kejahatan dengan musim pandemi ini, namun setidaknya kita semua bisa mengambil pejaran dari kejadian-kejadian tersebut.

Catatan Sejarah

Kelak kita akan bercerita kepada generasi sesudah kita bahwa dahulu pernah ada peristiwa luar biasa dan kita berjuang disana dengan cara seperti ini. Seperti apa ?

Banyak macamnya tentu. Kita berdiam diri di rumah juga menjadi bagian dari perjuangan karean tidak ikut menyebarkan dan mengancam orang lain. Bahkan menjadi jargon resmi seperti Work From Home (WFH), Stay At Home, Nang Omah Bae dan sejenisnya.

Sebagian kita yang memiliki pengaruh positif bisa menyebarkan semangat berbagi dan menyebarkan motivasi, semangat positif dan inspirasi lainnya.

Dalam sejarah akan dikenang pra pejuang medis yang bekerja di Rumah sakit ntuk menolongpara korban COVID-19, dan puluhan mereka berguguran. Dilain bidang ada yang mengadakan donasi amal yang terkumpul dalam jumlah luar biasa untuk korban COVID-19. dan seterusnya.

Dimana kita akan mengambil catatan sejarah itu, pastikan kita bisa masuk didalamnya. Dengan niat terlebih dahulu insya Allah akan dicatat sebagai kebaikan.

Catatan bebas penulis akhir Ramadhan 2020, semoga dunia segera sembuh

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.