Inilah Daftar Kampung Miliader di Indonesia, Salah Satunya Wisata Bekas Galian

0

INITU.ID – Dengan jumlah desa 81616, negara Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Bahkan negara ini semakin maju dan berkembang, ditambah dengan melimpahnya kekayaaan alam di negeri ini. Dan menjadi negara terbesar sumber Nikel nantinya.

Tanpa sumber daya alam yang merata ternyata banyak desa yang kemudian berhasil menggali potensi kekayaan alamnya hingga kemudian berubah menjadi desa mandiri terkaya di Indonesia.

Desa mandiri terkaya tersebut berhasil meraup pendapatan desa bahkan pendapatan keluarga dengan nilai yang fantastis, tentu dari berbagai sumber yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

BACA JUGA : Inilah Julukan Kota Di Indonesia, Mulai Serambi Mekah Hingga Kota Pudak

Di desa tersebut bahkan terdapat rumah-rumah mewah laksana sultan, hal ini tentu berkat kekayaan alam yang melimpah.

Inilah kampung miliarder yang ada di Indonesia:

  1. Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur

Desa ini dulunya dikenal sebagai desa kumuh karena sering diterpa banjir hingga dipandang sebelah mata.

Namun berkat kerjasama pemerintah, perusahaan swasta disekitar desa, dan warga desa, kemudian desa ini disulap menjadi salah satu Desa Miliarder di Indonesia.

Keberhasilan Desa Sekapuk ini bermula saat kepala desa Abdul Halim mengajak warganya untuk mengubah kawasan bekas galian tambang batu kapur menjadi destinasi wisata yang diberi nama Selo Tirto Giri atau disingkat Setigi.

Selo berarti batu, Tirto berarti air, dan Giri memiliki arti bukit.

Dari hasil patungan antara warga dan pemerintah desa, mereka memulai untuk memoles bekas tambang kapur ini menjadi nuansa alam buatan dengan tebing-tebing menjulang.

Dilengkapi dengan ornamen pahatan miniatur masjid Persia dan Madinah, atau rumah apung hingga patung Begawan.

Butuh waktu satu tahun untuk memoles tempat yang awalnya hanya menjadi tempat pembuangan sampah ini menjadi sangat instagrammable dan menarik banyak pengunjung.

Pengunjung di Wisata Alam Setigi ini bisa mencapai 28000 orang perbulan.

Maka tentu saja pendapatan asli desa ini mencapai miliaran rupiah dan dalam waktu tiga tahun wisata setinggi bisa membuka lapangan kerja untuk 899 kepala keluarga yang bergerak di bidang jasa dan UMKM produk makanan-minuman.

Jika awalnya pendapatan warga hanya berkisar Rp 400.000 sebulan, kini sudah meningkat hingga Rp 6-7 juta perbulan.

Bahkan saat ini Desa Sekapuk memiliki lima mobil mewah yang dibeli tunai untuk operasional warga.

  1. Desa Ponggok Kecamatan Polaharjo Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah

Desa ini dianugerahi 5 mata air atau dalam bahasa Jawa disebut dengan Umbul.

Berkat anugerah mata air yang melimpah inilah pemerintah Desa Ponggok kemudian membuat wisata air yang dinamai Umbul Ponggok.

Destinasi wisata ini menawarkan wahana unik berupa Ponggok Adventure Warrior layaknya game show Benteng Takeshi atau Sasuke Ninja Warrior yang berjalan di dalam air dan berfoto selfie di dalam air.

Wisata alam favorit warga ini cukup viral dan membuatnya kebanjiran pengunjung.

Jika dulunya desa penghasil ikan nila ini hanya desa kecil yang pendapatannya sekitar Rp 80 juta pertahun, namun berkat wisata air ini desa Ponggok berhasil berkembang dan menghasilkan pendapatan hingga mencapai Rp 14 miliar per tahun.

  1. Desa Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah

Mengunjungi kampung nelayan di Desa Bandar yang sempat viral melalui tiktok karena memiliki banyak rumah mewah bak istana hingga dijuluki desa Khan.

Sebenarnya dulu kampung ini memiliki kondisi yang nyaris sama dengan kampung nelayan lainnya yakni memiliki kesan kumuh.

Namun kehidupan nelayan mulai berubah saat pemerintah memutuskan untuk mengeruk Sungai Juwana sekitar tahun 1980-an.

Setelah pengerukan itu kapal mulai ramai berdatangan dan industri pengolahan ikan pindang pun mulai marak.

Dari yang awalnya kebanyakan mereka berprofesi sebagai ABK (Anak Buah Kapal) kemudian mereka mulai menabung untuk membeli kapal sendiri.

Hingga akhirnya banyak dari mereka yang memiliki usaha jual-beli kapal dan menjadikan desa mereka sebagai kampung nelayan terkaya.

Saat ini rata-rata penghasilan penduduk desa ini sekitar Rp 80-120 juta perbulan bahkan omset tangkapan nelayan pernah mencapai Rp 140 miliar dalam setahun.

Meskipun telah menjadi kaya raya, namun para nelayan di desa tidak melupakan tradisi mereka.

Sebagai bentuk rasa syukur, para nelayan di sini selalu mengadakan sedekah laut dan karnaval karena telah diberikan hasil laut yang berlimpah setiap tahunnya.

  1. Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Provinsi Bali

Bali memang tidak diragukan lagi jika berbicara mengenai potensi wisatanya dan di sini ada Desa Kutuh yang menjadi percontohan karena memiliki pendapatan hingga Rp 50 milyar pertahun.

Jadi sejak tahun 1998 masyarakat desa adat setempat memang sudah memiliki lembaga perkreditan desa untuk menyimpan dan menyalurkan dana ke sektor-sektor produktif.

Dana itu kemudian disalurkan ke badan usaha milik adat yang mengembangkan beberapa lokasi wisata.

Mulai dari wisata Pantai Pandawa, Gunung Payung Culture Park, Atraksi Timbis Paragliding, atraksi wisata khusus seni, dan budaya lainnya.

Jadi tidak heran kalau pendapatannya bisa sebanyak itu.

  1. Desa Waturaka Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur ini sebenarnya masuk dalam urutan ketiga provinsi termiskin di Indonesia dengan tingkat kemiskinan mencapai 20,44 persen dari jumlah penduduknya.

Tapi siapa sangka di provinsi ini justru ada salah satu Kelurahan yang terkaya.

Awalnya penduduk desa ini bekerja sebagai petani tradisional, kemudian muncul inisiatif salah seorang warga yang bernama Ignasius Letto.

Maka desa ini memiliki potensi sebagai Desa Ekowisata karena memiliki Danau Tiga Warna Kelimutu.

Kemudian mulai bergerak sendiri sejak tahun 2011 untuk membenahi desanya walaupun awalnya dianggap gila.

Mulai dengan mendirikan homestay, mengajak anak muda menanam sayur dan buah, sampai membuat sanggar musik tinggi.

Akhirnya di tahun 2017 lalu Desa Waturaka dinobatkan sebagai desa wisata alam terbaik karena berhasil mengundang banyak wisatawan mancanegara.

Kini warga di sana bisa berpenghasilan antara Rp 2-5 juta per bulannya padahal upah minimum provinsi nya hanya mencapai kisaran Rp 1 juta rupiah.

  1. Desa Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau

Di Desa Teluk Meranti ada objek wisata yang terkenal berkat fenomena alamnya berupa Ombak Bono yang terdapat di Sungai Kampar.

Jadi jika sungai pada umumnya hanya memiliki riak atau gelombang kecil, tapi di hilir Sungai Kampar ini ombak sungainya bisa mencapai lima meter ketinggiannya.

Bahkan tempat ini menjadi incaran para peselancar dunia karena membuat mereka bisa berselancar lebih lama berkat ombak yang begitu besar.

Padahal dulunya ombak itu sangat ditakuti oleh warga setempat bahkan dijuluki tujuh hantu karena ombaknya punya tujuh lapis sebagai hasil pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai.

Semuanya berubah sejak tim ekspedisi Sungai bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk menjadikan wilayah ini sebagai destinasi wisata yang berpenghasilan cukup besar tiap tahunnya.

Peneliti Universitas Riau di tahun 2019 menemukan bahwa sebelumnya pendapatan keluarga hanya Rp 700.000 – Rp1000000 perbulan.

Kini masyarakat bisa meraup paling sedikit Rp 1,5 – Rp 2,8 juta rupiah perbulan berkat makin banyaknya pengunjung yang datang.

Demikianlah 6 Kampung Miliarder yang menjadi Desa Mandiri Terkaya di Indonesia.

Semoga desa-desa lain bisa berkembang menjadi desa mandiri terkaya selanjutnya.***

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.