Kegiatan Ekonomi Indonesia pada Masa Reformasi

Generasi muda yang ada sekarang harus mempelajari sejarah Indonesia pada masa reformasi. Belajar sejarah sudah pasti sangat berguna dalam pencegahan tragedi buruk yang dulu pernah melanda negara ini yaitu krisis moneter tahun 1997. Indonesia pernah mengalami keterpurukan dalam melakukan berbagai kegiatan ekonomi Indonesia pada masa reformasi.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai apa saja yang terjadi pada masa itu, sebaiknya Anda mengetahui apa itu reformasi dan mengapa Indonesia bisa sampai menjadi krisis. Penasaran dengan informasi yang berkaitan masa reformasi, baca ini sampai selesai.

Apa Itu Masa Reformasi?

Reformasi merupakan perombakan sistem pemerintahan yang pernah terjadi di masa lalu. Biasanya sebuah reformasi akan lahir di tengah-tengah krisis negara. Pastinya perubahan tersebut akan melanda seluruh sektor negara, seperti ekonomi, politik, dan hukum.

Pada masa reformasi tersebut identik dengan adanya kerusuhan dimana-mana akibat krisis bahan pokok makanan. Reformasi tersebut pernah terjadi di negara kita ini, tepatnya pada jaman order baru. Akibat krisis yang cukup parah, ada banyak sekali demo yang dilakukan masyarakat. Banyak sekali bangunan yang rusak pada saat itu dan tidak heran bila banyak terjadi penjarahan.

Masyarakat yang ada pada jaman itu meminta presiden yang berkuasa untuk mundur. Itu terjadi saat Soeharto mundur dan digantikan oleh wakilnya yakni B.J Habibie. Penyerahan kekuasaan tersebut didasarkan pada pasal 8 UUD 1945 yang intinya ketika presiden tak bisa bertanggung jawab lagi, maka tanggung jawab akan diserahkan kepada wakilnya.
Dampak Kegiatan Ekonomi pada Masa Reformasi

Saat krisis moneter melanda Indonesia, ada banyak sekali jumlahnya rakyat yang hidup dalam kondisi tidak sejahtera. Kegiatan perekonomian memburuk dan pengangguran merajalela.

Tidak heran bila kasus kriminalitas pada masa itu juga banyak terjadi. Beberapa langkah dilakukan presiden B.J Habibie pada saat itu, termasuk dengan cara menggalakkan bidang pertanian.

Beberapa komoditas ekspor yang memiliki daya saing kuat pada masa tersebut adalah kelapa sawit, batubara, bahan tambang, karet, dan komoditas primer lainnya. Beberapa produk UMKM yang biasa diekspor pada masa tersebut adalah berbagai macam furniture maupun kerajinan tangan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.