Marah sebagai Sumber Masalah, Bagaimana Mengatasinya

0

Sungguh menyayat hati mendengar peristiwa peristiwa mengenaskan dimulai dari sebuah angkara murka, amarah atau lebih sering kita familiar dengan kata marah.

Hampir semua peperangan di dunia ini juga awalnya dari marah akhirnya bertumpahan darah. Baru baru ini ada seseorang dibunuh karena hewan peliharaannya buang kotoran di depan rumahnya. Anak tega membunuh orang tua dan sebaliknya. Rumah tangga berantakan karena marah antara suami dan istri dan yang menjadi korban adalah anak anak yang tidak tahu menahu.

Siapa yang tidak pernah marah ?

Hampir semua orang normal pasti pernah marah baik bersikap kecil atau besar, bagaimana reaksi seseorang itulah yang berbeda-beda.

Leon F Seltzer PhD, pakar psikologi amarah dan trauma dari Amerika Serikat mengatakan rasa marah merupakan bentuk reaksi pertahanan terakhir ketika seseorang tidak bisa lagi berpikir jernih. Biasanya marah terjadi ketika lawan bicara memberikan stimulus negatif berupa provokasi, komentar negatif ataupun tindakan fisik.

Kemunculan rasa marah tersebut memang tergantung kepribadian masing-masing. Namun secara garis besar, kedewasaan pikiran seseorang memegang peranan penting untuk mencegah munculnya rasa marah.

Seltzer mengatakan tiap orang memiliki tombol yang jika ditekan, akan membuat ia marah. Nah, orang yang dengan sengaja ingin memprovokasi Anda pastinya akan mencari-cari di mana letak tombol tersebut, dengan berbagai cara.

Menahan Marah Versi Kesehatan

Ada beberapa cara menahan marah yang kami kutip dari Hellosehat antara lain adalah dengan cara mengekspresikan kemarahan, berpikir dahulu sebelum berbicara, lakukan aktivitas fisik. mengetahui akar penyebab kemarahan, identifikasi solusi yang memungkinkan, latih ketrampilan relaksasi untuk mengendalikan amarah, jangan menyimpan dendam, Gunakan humor sebagai langkah mengendalikan amarah, hargai orang lain, ketahui kapan perlu mencari bantuan.

Cara Menahan Marah Versi Rosulullah

Sungguh lengkap yang dicontohkan baginda Rosulullah. Marah sebagai sumber permasalahan sudah mendapat perhatian khusus. Bahkan kita diajarkan doa saat marah.

Baca juga “Doa Singkat Bagaimana Bersikap Saat Kita Lagi Marah.”

Selain itu ada beberapa langkah penyelesaian saat kita sudah terlanjur marah.

1. Membaca Kalimat Ta’awudz.

Dari sahabat Sulaiman bin Surd, beliau menceritakan, “Suatu hari saya duduk bersama Rasulullah SAW. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah bersabda: “Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A-‘uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Berusaha Diam dan Jaga Lisan.

Diam merupakan perbuatan mulia dan salah satu cara untuk mengantisipasi muncul luapan amarah. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda: “Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).

Rasulullah juga mengingatkan, “Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

3. Mengambil Posisi Lebih Rendah.

Kecenderungan orang marah adalah ingin selalu lebih tinggi, dan lebih tinggi. Semakin dituruti, dia semakin ingin lebih tinggi. Dengan posisi lebih tinggi, dia bisa melampiaskan amarahnya sepuasnya. Rasulullah bersabda: “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

4. Ingat Hadis Ini Ketika Marah.

Dari Muadz bin Anas Al-Juhani, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki.” (HR. Abu Daud, Turmudzi).

Baca juga : Khutbah Jum’at Masjid Tebuireng “Keutamaan Orang Menahan Amarah”

5. Segera Berwudhu atau Mandi.

Marah itu datangnya dari setan dan setan diciptakan dari api. Maka orang yang marah dianjurkan berwudhu atau mandi untuk memadamkan amarahnya. Dari Urwah As-Sa’di, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Terima kasih sudah membaca “Marah Sebagai Sumber Masalah, Bagaimana Mengatasinya.” semoga bermanfaat.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.