Biografi Pahlawan Asal Papua Machmud Singgirei Rumagesan

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Asal Papua
Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Asal Papua

Papua berupakan bagian dari Indonesia dan memiliki sejarah panjang bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejak merdeka dari jajahan Belanda pada tahun 1945 di bawah kepemimpinan Sukarno, Indonesia pernah berseteru dengan penjajah Belanda untuk memperebutkan Papua Barat.

Tidak banyak yang mengenal pahlawan asal Papua, salah satunya Machmud Singgirei Rumagesan yang baru saja diberi gelar Pahlawan oleh Presiden.

Lahir

Machmud Singgirei Rumagesan (lahir di Kokas, Fakfak, Papua Barat, 27 Desember 1885 – meninggal di Jakarta, 5 Juli 1964 pada umur 78 tahun). Machmud Singgirei Rumagesan merupakan seorang pejuang asal Papua. Anak dari rajamuda bernama Pipi, sebetulnya secara keturunan Pipi bukan seorang berdarah biru.

Namun hanya seorang anak angkat dari raja sebelumnya yang bernama Pandai. Karena saat itu kekosongan kekuasaan maka Pipi sementara menjadi raja muda. Lantas digantikan oleh Machmud Singgirai Rumagesan karena adanya campur tangan kolonial Belanda.

Tapi meskipun ia diangkat oleh pemerintah kolonial pada watu itu, ia masih berani menentang ketidak adilan demi rakyatnya.

Tahun 1915

Machmud Rumagesan adalah Raja Sekar, Distrik Kokas, Fak-fak, kini masuk wilayah Provinsi Papua Barat.

Tahun 1946

Masih menurut catatan Rosmaida Sinaga (2013:66-67), pada 1 Maret 1946 Machmud Rumagesan pernah menurunkan bendera Belanda di Kokas hingga terjadi bentrokan. Militer Belanda kemudian menindak raja dan pengikutnya hingga Machmud pun harus pindah-pindah penjara dari Sorong, Manokwari, Jayapura, hingga Makassar.

Tahun 1953

Dalam rangka melawan Belanda, pada tahun 1953 ia mendirikan Gerakan Tjendrawasih Revolusioner Irian Barat (GTRIB) di Makassar, guna membantu pemerintah Indonesia merebut Irian Barat.

Pada Kongres Nasional untuk perdamaian di Jakarta pada 24-29 Januari 1955, dan juga dalam sidang Dewan Nasional pada 1957, Machmud menyerukan agar Irian Barat harus kembali ke Indonesia.

Pada tanggal 10 November 2020, ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Indonesia Joko Widodo.

JANGAN LUPA IKUTI UPDATE BERITA INITU.ID DI Google News IKUTI JUGA SALURAN RESMI WHATSAPP INITU.ID SILAHKAN KLIK DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses