Mengenal Fakta dan Mitos Ikan Oarfish, Hubungannya Dengan Gempa

Ikan raja herring (Regalecus glesne) merupakan spesies dari oarfish dari keluarga Regalecidae. dan tersebar diseluruh dunia, tidak termasuk di wilayah kutub. ikan ini juga dijuluki ikan pita. ikan raja herring merupakan ikan bertulang sejati terpanjang didunia. perawakan nya yang seperti pita, dengan sirip punggung di sepanjang tubuh nya, serta sirip dada yang tipis dan panjang.

Tubuh ikan raja hering keperakan dengan titik hitam, sirip nya berwarna merah. karakteristik fisik dan metode berenangnya yang berombak telah menyebabkan spekulasi bahwa ini mungkin menjadi sumber banyak penampakan “naga laut”.

Sepintas memang terlihat sangat panjang, tidak heran menjadi ikan terpanjang di dunia. Memiliki panjang 11 meter bahkan ada yang mengatakan sampai 17 meter. Memiliki berat 270 Kg. Sirip punggung nya yang lembut dan bisa berjumlah 400 atau lebih. dan memiliki jambul yang memanjang diatas kepala nya. kepala nya kecil dan memiliki insang 40-48.

Ikan dayung (oarfish) sepanjang 4 meter ditemukan di pantai Pulau Catalina, California, 1 Juni 2015. (Dok. Tyler Dvorak/Catalina Island Conservancy)

ikan raja herring dapat ditemukan perairan terbuka diseluruh dunia terutama di zona pelagis. ia juga di ketahui sebagai ikan migrasi yang mengikuti sumber makanan nya. ia bisa migrasi jauh ke utara dan bisa migarsi jauh ke selatan. tapi biasanya ia bermigrasi ke daerah tropis sampai garis lintang tengah. ia hidup di kedalaman maksimal 1000 meter dibawah permukaan laut.

Oarfish Bukan Pertanda Gempa dan Tsunami

Menurut Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono seperti dikutip dari Liputan6.com Senin 10 Desember 2019, kemunculan ikan oarfish yang notabene ikan laut dalam ke permukaan juga bukanlah pertanda gempa besar dan tsunami.

“Hasil kajian statistik terbaru mengungkap bahwa jenis ikan laut dalam seperti oarfish yang muncul di perairan dangkal tidak berarti bahwa gempa akan segera terjadi,” katanya.

Memang, katanya, sejak dulu masyarakat di Jepang sudah ada legenda bahwa oarfish konon sebagai pembawa pesan dari dasar laut. Mereka mengaitkan perilaku binatang yang tidak lazim dengan pertanda akan terjadi gempa kuat.

“Tampaknya tanpa ada penelitian ilmiah, maka tidak akan pernah diketahui apakah cerita rakyat tersebut fakta atau hanya legenda saja,” katanya.

Dia juga menegaskan, majalah ilmiah bergengsi Bulletin of the Seismological Society of America (BSSA) pernah mempublikasikan fenomena kemunculan ikan laut dalam, dan kaitannya dengan peristiwa gempa besar. Hasil kajian ini ternyata bertentangan dengan cerita rakyat yang berkembang Jepang.

Para peneliti dalam mengkaji hubungan antara kemunculan ikan laut dalam dan gempa besar di Jepang menggunakan data cukup lama. Dalam kajian tersebut hanya menemukan satu peristiwa yang dapat dikorelasikan secara masuk akal, dari 336 kemunculan ikan dan 221 peristiwa gempa bumi.

Penemuan Ikan Oarfish di Selayar Indonesia

“Berdasarkan penelitian tersebut sudah pasti bukan pertanda tsunami,” katanya.

Menurut teori oseanografi, kemunculan biota laut dalam ke permukaan hingga terbawa ke pesisir berkaitan dengan fenomena upwelling. Upwelling adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan. Dalam fenomena upwelling biasanya kemunculannya ikannya banyak.

Ikan Oarfish
Comments (0)
Add Comment