Ingin Membangun Masjid Perhatikan Arsitektur Berikut Agar Nyaman

Pernahkah anda melakukan ibdah Sholat di Masjid kemudian merasa tidak nyaman terkait bangunan masjidnya. Ya…kalau pernah kira-kira apa saja coba teman ?

Berikut beberapa hal yang terkadang dilupakan dalam membangun masjid atau tempat ibadah.

Menghadap Kiblat

Bangunan masjid atau mushola yang lama. Tidak sedikit yang merancang dari awal arah kiblatnya. Sehingga tidak heran kalau banyak juga sajadah atau tempat sujud yang agak serong jadinya. Berbeda yang sudah dari awal berbasis arah kiblat, tentu akan mudah dalam penataan sajadah atau alas bawahnya.

Ketinggian lantai

Biasanya lantai masjid akan tergaris shoft untuk berbaris jamaah. Tidak sedikit juga yang terkadang tidak sama ketinggiannya, dengan alasan menyambungnya tidak dalam waktu yang bersamaan. Tentu shoftnya jadi tidak tersambung gara-gara ada lantai yang tidak menyambung, hal ini tentu akan mengurangi kesempurnaan sholat.

Tiang Masjid

Arsitektur lama terkadang luar biasa, ada masjid yang tidak pakai tiang tengah sehingga jamaah yang menggelar sholat akan lapang dan rapi berjajar. Bayangkan kalau dalam satu ruangan berjajar tiang bangunan, selain tidak nyaman tentu memutus shof satu dengan lainnya.

Jalur Difabel

Arsitek yang bijak adalah yang memperhatikan semua semua pengguna bangunan tersebut. Jangan berasumsi akan dipakai sendiri. Selain orang tua ada juga kalangan difabel yang bisa jadi terbatas dalam geraknya. Sehingga struktur jalan menuju masjid perlu diperhatikan.

Buatlan jalur miring untuk jalannya kursi roda dan buatlah pegangan untuk orang yang sudah tua agar tidak terjatuh saat masuk ke dalam masjid.

Demikian sedikit pengalaman terkait bangunan masjid di Indonesia, kalau teman-teman ada yang memiliki pengalaman lain bisa dituliskan di kolom komentar, semoga bermanfaat

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.