Pengertian dan Daftar Ayat-Ayat Tentang Kepemimpinan

0

Ada dua bagian yang akan kita coba ulas pada tulisan kali ini. Pertama memahami apa itu pemimpin dan kepemimpinan serta pembahasan yang kedua kita coba tampilkan ayat-ayat apa saja yang berkaitan dengan kepemimpinan yang ada dalam Al Qur’an.

Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk “memimpin” atau membimbing orang lain, tim, atau seluruh organisasi. (wikipedia). Sementara pemimpin adalah individu yang melakukan proses tersebut.

Bahasa Arab

Kepemimpinan dalam bahasa Arab, diterjemahkan sebagai al-riayah, al-imarah, al-qiyadah, atau al-zamaah, kata-kata tersebut memiliki satu makna sehingga bisa digunakan salah satunya untuk menterjemahkan kata kepemimpinan.

Menurut Terry

Definisi kepemimpinan menurut Terry yang dikutip oleh Musfirotun adalah “Leadership is the relationship in which one person, or the leader, influences other to work together willingly on related tasks to attain that which the leader desires.”

Dari definisi menurut Terry dapat disimpulkan bahwa aktifitas memimpin pada hakikatnya meliputi suatu hubungan dan adanya satu orang yang mempengaruhi orang lain agar mereka mau bekerja ke arah pencapaian.

Karena sesungguhnya manusia diciptakan di dunia juga nyata-nyata sebagai pemimpin. Seperti tertuang dalam ayat Al Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 30

Surat Al-Baqarah ayat 30,

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah(pemimpin) di bumi.”

Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?”

Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Surat An-Nisa Ayat 59

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡ‌ۚ فَاِنۡ تَنَازَعۡتُمۡ فِىۡ شَىۡءٍ فَرُدُّوۡهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوۡلِ اِنۡ كُنۡـتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَـوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ ؕ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ وَّاَحۡسَنُ تَاۡوِيۡلًا

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.

Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya).

Jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Surat An-Nisa Ayat 58

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلىَ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بـَينَْ النَّاسِ أَن تحَْكُمُواْ بِالْعَدْلِ
إِنَّ اللّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللّهَ كَانَ سمَِيعاً بَصِي

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.

Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (QS. an-Nisa ayat 58).

QS. Sad Ayat 26

يٰدَاوٗدُ اِنَّا جَعَلۡنٰكَ خَلِيۡفَةً فِى الۡاَرۡضِ فَاحۡكُمۡ بَيۡنَ النَّاسِ بِالۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الۡهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ‌ ؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَضِلُّوۡنَ عَنۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ لَهُمۡ عَذَابٌ شَدِيۡدٌۢ بِمَا نَسُوۡا يَوۡمَ الۡحِسَابِ

“Wahai Daud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah.

Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”

QS. Al-Baqarah Ayat 124

وَاِذِ ابۡتَلٰٓى اِبۡرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ‌ؕ قَالَ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ ‌ؕ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِى الظّٰلِمِيۡنَ

dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zhalim.”

QS. Al-Furqan Ayat 74

وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Baca juga “Biografi Riza Zackarias Syamil Qur’an Dalam Kepemimpinan Jalan Langit.”

Dari beberapa uraian diatas tentu kita menyadari tentang pentingnya kepemimpinan dari lingkungan terkecil seperti keluarga hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Untuk mencapai tujuan yang di cita-citakan sangat dibutuhkan pemimpin. Bagaimana awal kemerdekaan kita mengenal Presiden Sukarno sebagai pemimpin saat itu. Dan tentunya kita meneladani pemimpin sejati Nabi Muhammad SAW sebagai tuntunan yang sempurna untuk umat Islam.

Kepemimpinan berdasarkan QS. An Nisa 58-59 dan keterangan lainnya menunjukan kepemimpinan yang diharapkan adalah kepemimpinan yang amanah dan adil, artinya harus didasarkan atas pelaksanaan amanah dan keadilan, dijalankan secara adil dan berfungsi untuk menegakkan keadilan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.