Biografi K.H. As’ad Humam Penemu Metode Membaca Al-Qur’an IQRO

Tulisan ini merupakan kilas balik dan mengenang jasa beliau. Buat penulis sendiri metode Iqro pernah menjadi idola saat itu. Masih ingat ketika naik dari Iqro 2 ke Iqro 3 sangat senang sekali saat itu. Walau sekedar mendapat pujian dari Ustadzah Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di mushola kecil di Purwokerto Jawa Tengah.

Bagi generasi milenial akhir tentu metode ini masih sangat populer, mungkin sampai saat ini masih eksis di beberapa TPA yang ada di Indonesia. Berikut beberapa ringkasan yang kami kutip dari blog miftahuljannah122.wordpress.

A.    PENGERTIAN

Metode iqro’ adalah suatu metode membaca Al-Qur’an yang menekankan langsung pada latihan membaca dan menekankan kepada kepada aktifnya santri, sehingga ustadz/ustadzahnya tinggal mendampingi dan mencontohkan bacaan yang benar. Buku panduan iqro’ ini terdiri mulai jilid 1 sampai jilid 6. Sangat sistematis dalam penyusunannya mulai dari tingkat yang sederhana, tahap demi tahap sampai pada tingkatan yang sempurna.

Metode iqro’ ini dalam prakteknya cukup simple, karena ditekankan pada bacaannya (membaca huruf Al-Qur’an dengan fasih) atau makhorijul huruf yang berarti menekankan kepada tempat keluarnya huruf.

Bacaan langsung tanpa dieja. Artinya diperkenalkan nama-nama huruf hijaiyah terlebih dahulu oleh ustadz/ah sehingga sangat tepat kalau dinamakan dengan sistem cara belajar siswa aktif (CBSA).

Metode pembelajaran ini pertama kali disusun oleh salah satu pengajar ngaji yang bernama H. As’ad Humam yang berasal dari Yogyakarta. Salah satu yang memudahkan dalam menyampaiakn adalah di dalam setiap jilidnya terdapat petunjuk mengajar dengan  tujuan untuk memudahkan untuk memahami.

 B.     PENCETUS/ PENEMU METODE IQRO’

Metode Iqro’ ini disusun oleh Ustadz As’ad Human atau dikenal KH As’ad Humam, beliau berdomisili di Yogyakarta. Kitab Iqro’ dari ke-enam jilid tersebut dalam perjalannya ada satu jilid lagi yang berisi tentang doa-doa.

Kebanyakan yang bersentuhan dengan belajar ngaji pada khusunya dan umat Islam Indonesia pada umumnya, nama K.H. As’ad Humam sudah cukup populer. Dengan karyanya berupa metode praktis membaca Al-Qur’an serta lembaga pendidikan TKA (Taman Kanak-kanak Alqur’an) dan TPA (Taman Pendidikan AlQur’an) yang sekarang ada juga istilah TPQ yang sudah menyebar kepelosok Indonesia, negara tetangga Malaysia dan mancanegara lainnya. Bahkan di Malaysia metode Iqro ditetapkan sebagai kurikulum wajib di sekolah.

Buku Baca Al Qur'an Iqro Jilid Satu
Buku Baca Al Qur’an Iqro Jilid Satu

KH As’ad Humam merupakan putra kelahiran tahun 1933, dengan kondisi cacat fisik sejak remaja ternyata beliau menjadi penemu Metode Iqro yang menghebohkan banyak kalangan. Banyak para penguji  mencoba  mengadakan pengujian terhadap keakuratan  metode ini. Ternyata karena selain sederhana dengan metode iqro sangat mudah mempelajari Al-Qur’an.

Menurut Meneg, K.H. As’ad Humam yang hanya lulusan kelas 2 MadrasahMualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setinggi SMP)  ini juga bisa disebut “pahlawan”, yakni pahlawan penjaga kelestarian Al-Qur’an dan pahlawan yang telah membebaskan jutaan anak Indonesia dari buta Al-Qur’an. Berkat hasil karyanya ini jutaan anak muslim Indonesia dengan mudah mempelajari Al-Qur’an.

Sebelum K.H. As’ad Humam meluncurkan metode Iqro’ memang sudah ada metode membaca Al-Qur’an yang dimanfaatkan oleh umat islam Indonesia antara lain dalam metode Juz Amma, methode  Al-Banjary, methode Al-Barqy dan banyak methode lainnya.

K.H. As’ad Humam dalam menyusun karyanya ini juga berdasarkan metode yang sudah ada sebelumnya. Tetapi begitu metode Iqro  muncul, sekitar tahun 1988 langsung mendapat sambutan hangat masyarakat. Sebab metode yang digunakan juga praktis dan membuat anak kecil bisa cepat menbaca Al-Qur’an dengan fasih dan tartil, padahal sebelumnya anak-anak seusia TK umumnya belum bisa membaca Al-Qur’an.

Pada tanggal 2 Februari  tahun 1996 atau 12 Ramadhan dalam usia 63 tahun  sang penemu metode ini  K.H. As’ad Humam  telah dipanggil Allah SWT. Dan menghembuskan nafas terakhirnya  di Bulan Suci Ramadhan hari Jum’at(2/2) sekitar Pukul 11:30 memang, dimana sejak 14 Desember tahun l1995  ia  telah sakit dan pernah diopname di Rumahsakit Muhammadiyah Yogyakarta sekitar 2 bulan.  Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi.

Pada saat pelepasan menuju tempat peristirahatan terakhir jenazah bapak 6 anak dan kakek 10 benar-benar dikenang masyarakat luas baik masyarakat Indonesia maupun mancanegara.

Hal ini terbukti pada sambutan Menteri Agama RI yang saat itu Dr. H. Tarmizi Taher  yang dibacakan Kakanwil Daerah Istimewa Yogyakarta Muhda Hadisaputro SH pada  saat upacara pemakaman. Ia menjelaskan dalam pidatonya bahwa  Hasil karya K.H. As’ad Humam benar-benar sudah go internasional. Lebih lanjut oleh Menag  RI dijelaskan Metode Iqro selain sudah diterapkan di beberapa negara tetangga, semacam Malaysia, Singapura dan Brunai Darusalam.juga sudah diterjemaahkan kedalam berbagai bahasa, bahkan dilakukan penjagaan penggunaannya oleh kalangan muslimin di Amerika Serikat.

 C.    PERKEMBANGAN

Tak mengherankan kalau metode iqro berkembang pesat. Sampai saat ini (data penulis tahun 2007) tercatat 30 ribu TKA/ TPA. Dengan santri mencapai 6 juta lebih menerapkan metode ini. Bulan Juli tahun  1995  Presiden Soeharto mewisuda ribuan santri TKA/TPA. Wakil persiden juga melakukan hal yang serupa di Yogya dalam berbagai even misalnya MTQ juga acap menampilkan santri TKA yang mendemonstrasikan kemampuan mereka membaca Al-Qur’an.

Metode Iqro memang sudah diakui dan dimanfaatkan banyak orang. Pemerintah sendiri juga telah menganugrahkan  penghargaan kepada K.H. As’ad Humam atas hasil karyanya ini. Tahun 1991 Mentri Agama RI (waktu H Munawir Sjadzali MA. Menjadikan TKA /TPA yang didiriakn K.H. As’ad Humam di kampung Selokraman Kotagede Yogya sebagai balaii litbang LPTQ Nasional, yang berfungsi sebagai Balai Latihan dan pengembangan dan lembaga pengembangan Tilawatil Qur’an.

Dari waktu kewaktu metode Iqro semakin memasyarakat. Bukan saja masyarakat sekitar yang memanfaatkannya, tetapi merembet masyarakat pelosok di DIY, berbagai daerah di luar YID, bahkan akhirnya merembet ke seluruh Indonesia. Yang mempermudah persebaran metode ini antara lain karena keihklasan K.H. As’ad Humam dan para anak buahnya di sekretariat Team Tadarus AMM Kota Gede, yang merupakan markas dan cikal bakal TKA/TPA sebagai realisasi pengajaran metode Iqro terhadap masyarakat yang datang dan ingin memanfaatkan  metode ini.

 D.    KARAKTERISTIK

Metode Iqro’ terdiri dari 6 jilid dengan variasi warna cover yang memikat perhatian anak TK Al-Qur’an. Selain itu, didalam masing-masing jilid dari buku panduan Iqro’ ini sudah dilengkapi dengan bagaimana cara membaca dan petunjuk mengajarkan kepada santri.

Ada 10 macam sifat-sifat buku Iqro’ yatu :

  1. Bacaan langsung.
  2. CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)
  3. Prifat
  4. Modul
  5. Asistensi
  6. Praktis
  7. Sistematis
  8. Variatif
  9. Komunikatif
  10. Fleksibel.[2]

Bentuk-bentuk pengajaran dengan metode Iqro’ antara lain :

  1. TK Al-Qur’an
  2. TP Al-Qur’an
  3. Digunakan pada pengajian anak-anak di masjid/musholla
  4. Menjadi materi dalam kursus baca tulis Al-Qur’an
  5. Menjadi program ekstra kurikuler sekolah
  6. Digunakan di majelis-majelis taklim

Adapun kelemahan dan kelebihan metode Iqro’ adalah:

Kelebihan metode Iqro:

  • Menggunakan metode CBSA, jadi bukan guru yang aktif melainkan santri yang dituntut aktif.
  • Membaca tartil menjadi mudah difahami dan standard pengucapannya.
  • Dalam penerapannya menggunakan klasikal (membaca secara bersama) privat, maupun cara eksistensi (santri yang lebih tinggi jilid-nya dapat menyimak bacaan temannya yang berjilid rendah).
  • Komunikatif artinya jika santri mampu membaca dengan baik dan benar guru dapat memberikan sanjungan, perhatian dan peng-hargaan.
  • Bila ada santri yang sama tingkat pelajaran-nya, boleh dengan sistem tadarrus, secara bergilir membaca sekitar dua baris sedang lainnya menyimak.
  • Cocok dengan beberapa karater anak dalam metode pembelajarannay sehingga mudah diterima, yaitu menggabungkan metode lingual dan visual
  • Bukunya mudah di dapat di toko-toko.

Kekurangan

  • Bacaan-bacaan tajwid tak dikenalkan sejak dini.
  • Tak ada media belajar
  • Beberapa siswa tidak hafal huruf hijaiyah tanpa harokat, tetapi langsung mengenalkan huruf dengan harokat.
  • Tak dianjurkan menggunakan irama murottal.

 E.     LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN

Setiap metode pembelajaran yang digunakan tentu memiliki metode tersendiri, namun secara umum metode pelaksanaan pembelajran untuk membuka pembelajran itu sama, seperti pemasangan niat, berdoa, berwudhu dan lain-lain, namun dalam kegiatan intinya yang memilki teknik-teknik atau langkah-langkah masing-masing yang berbeda setiap metode pembelajaran.

Adapun proses pelaksanaan pembelajaran metode ini berlangusng melalui tahap-tahap sebagai berikut:

  1.  Ath Thoriqah bil Muhaakah, yaitu ustadz/ustadzah memberikan contoh bacaan yang benar dan santri menirukannya.
  2.  Ath Thoriqah bil Musyaafahah, yaitu santri melihat gerak-gerik bibir ustadz/uztadzah dan demikian pula sebaliknya ustadz/ustadzah melihat gerak gerik mulut santri untuk mengajarkan makhorijul huruf serta menhindari kesalahan dalam pelafalan huruf, atau untuk melihat apakah santri sudah tepat dalam melafalkannya atau belumAth Thoriqoh Bil Kalaamish Shoriih, yaitu ustadz/ustadzah harusmenggunakan ucapan yang jelas dan komunikatif

Ath thriqah bis Sual Limaqoo Shidit Ta’limi, yaitu ustadz/ustadzah mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan santri menjawab atau ustadz/ustadzah menunjuk bagian-bagian huruf tertntu dan santri membacanya.

Demikian sedikit ulasan “Biografi K.H. As’ad Humam Penemu Metode Membaca Al-Qur’an IQRO,” semoga bermanfaat bagi generasi pembelajar Al -Qur’an.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.