Mengenal Donor Plasma Konvalesen dan Syarat Menjadi Pendonor

Sejak pandemi berlangsung di muka bumi ini, berbagai penelitian sudah dilakukan untuk menemukan obat yang cocok untuk menekan penyebaran wabah yang satu ini. Bersyukur sekarang sudah ada vaksin yang mulai didistribusikan di berbagai negara.

Selain itu ada satu metode yang ditemukan yaitu memanfaatkan plasma konvalesen. Apa saja yang perlu diketahui terkait plasma konvalesen. Berikut beberapa penjelasannya

Plasma Konvalesen

Plasma merupakan bagian dari darah yang mengandung banyak antibodi

Plasma orang yang sudah sembuh dari Covid-19 mengandung antibodi terhadap Covid-19 yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19 yang sedang dirawat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto, mengungkapkan, plasma konvalesen sudah dikenal sejak lama sebagai sebuah metode terapi. Menurut dia, terapi ini berpijak pada pemahaman bahwa seorang penyintas infeksi akan membentuk antibodi di tubuhnya setelah sembuh.

Bagaimana Menggunakan Terapi Plasma

Terapi plasma konvalesen diberikan dengan cara mengambil plasma darah yang mengandung antibodi dari donor. Kemudian, antibodi tersebut ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Mengenai metode transfusi darah, ada pemahaman yang harus diketahui oleh masyarakat tentang metode ini. Jika dulu pemahaman umum ada darah yang diberikan seorang donor kepada pasien, sekarang pemahaman transfusi darah itu adalah transfusi produk darah.

Adapun produk darah bisa mencakup sel darah, maupun plasma darah. Dalam konsep transfusi darah saat ini, tindakan itu sudah memilih memberikan komponen darah.

Artinya, dari satu darah utuh, jika orang membutuhkan plasmanya, maka yang diberikan hanya plasma darahnya. Demikian pula jika ada yang membutuhkan trombosit, maka yang diberikan trombositnya saja, begitu juga jika ada yang membutuhkan sel darah merah saja.

Akan tetapi, dalam kasus Covid-19 ini adalah tindakan yang memberikan antibodi. Kalau dalam kondisi biasa, transfusi plasma itu sebetulnya untuk memberikan faktor pembekuan darah.

Syarat Menjadi Pendonor

Efektivitas terapi plasma konvalesen sudah dilakukan di banyak negara di dunia. Ada beberapa laporan yang menyebutkan hasilnya baik, dan ada yang menyebut sekitar 50 persen pasien penerima terapi ini mengalami kondisi yang membaik.

Tetapi, ada pula laporan-laporan lain yang cenderung menyatakan terapi ini tidak berefek signifikan. Syarat donor plasma konvalesen Adapun, syarat untuk menjadi donor plasma konvalesen, antara lain:

  1. Berusia antara 18-60 tahun;
  2. Sudah pernah terinfeksi Covid-19 (PCR positif) dan sudah dinyatakan sembuh;
  3. Tidak bergejala minimal 14 hari setelah sembuh;
  4. Berjenis kelamin laki-laki atau perempuan yang diutamakan belum pernah hamil;
  5. Diutamakan bagi mantan penderita Covid-19 yang ketika infeksi mengalami gejala sedang-berat.
  6. Tidak menerima tranfusi darah minimal 6 bulan terakhir
  7. Diutamakan pernah melakukan donor darah
  8. Usia dianjurkan antara 18-60 tahun
  9. Memiliki berat badan kurang lebih 55 kg keatas.

Kriteria penerima plasma konvalesen Tidak semua pasien Covid-19 bisa menerima donor plasma. Sebab, harus disesuaikan dengan golongan darah donor dan penerima.

Menilik keistimewaan penyintas Covid-19 yang telah memiliki plasma konvalesen, sebaiknya masyarakat tidak memberikan stigma negatif kepada pasien.

Dengan adanya terapi donor konvalesen ini, pasien sembuh Covid-19 berpotensi untuk memberikan donor konvalesen. Syarat transfusi konvalesen Ada juga syarat umum transfusi darah, plasma yang didapat dari pasien sembuh harus terbukti memiliki antibodi terhadap Covid-19 dalam kadar yang cukup.

Adapun kadar tersebut sekitar 400 milimeter dengan memakai metode plasmapheresis, yakni hanya mengambil plasma dari sel darah merah saja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.