Pengertian dan Cabang Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan

Tulisan dibawah ini dikutip dari modul 1 yang berjudul “pengertian filsafat” yang ditulis oleh Prof. Dr. Anna Poedjiadi dan Prof. Dr. Suwarma Al Muchtar, S.H., M.Pd. Berikut beberapa ulasan “Pengertian dan Cabang Filsafat dalam Ilmu Pengetahuan.”

Pengertian Filsafat

  • Plato pernah mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang berusaha untuk mencapai kebenaran yang murni.
  • Seorang filsuf Perancis, Rene Descartes mengatakan bahwa filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan yang bidang pembahasannya adalah tentang Tuhan, manusia, dan alam semesta.
  • Jadi, filsafat yang pada awalnya meliputi segenap ilmu, kemudian berkembang menjadi makin rasional dan sistematis. Pengetahuan manusia juga makin luas sehingga lahirlah berbagai disiplin ilmu.

Cabang Filsafat

Epistemologi

Istilah epistemologi berasal dari dua buah kata dalam bahasa Yunani,
yakni episteme berarti pengetahuan dan logos yang berarti kata, pikiran dan ilmu.

Jadi, epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas pengetahuan.
Dalam hal ini, yang dibahas asal mula, bentuk atau struktur, validitas, dan
metodologi, yang secara bersama-sama membentuk pengetahuan manusia,
(Ensiklopedia Indonesia 1980).

Adapun permasalahan yang berkaitan denganpokok bahasan tersebut berupa pertanyaan yang mendasar “apakah sumber dan dasar pengetahuan?”, “apakah pengetahuan itu adalah kebenaran yang
pasti?”. Sebagai contoh, Anda mengetahui sesuatu, berarti Anda memiliki
pengetahuan tentang sesuatu. Anda adalah subjek dan sesuatu itu adalah
objek dari pengetahuan.

Manusia tidak dapat mengetahui semua aspek dan objek karena keterbatasan kemampuannya, Socrates pernah berkata bahwa apa yang saya ketahui adalah bahwa saya tidak mengetahui apa-apa. Hal ini menegaskan bahwa ada pengetahuan yang pasti.

Metafisika

Istilah ini juga berasal kata Yunani metaphysika, artinya “setelah fisika”.
Cabang filsafat ini diperkenalkan oleh Andronikos dan Rhodes dari
kumpulan buku-buku yang ditulis oleh Aristoteles tentang hakikat bendabenda yang kita lihat pada dunia nyata ini.

Oleh Andronikos kumpulan tulisan itu ditempatkan “setelah” kumpulan tulisan tentang fisika. Metafisika di bagi dalam metafisika umum dan metafisika khusus.

Metafisika umum juga sering disebut ontologi. Anda tentu masih ingat pendapat Plato tentang ide atau idea yang telah Anda pelajari, inti pandangannya ialah bahwa realitas sesungguhnya bukanlah yang tampak oleh kita dalam dunia kenyataan; melainkan tidak
tampak dan berada dalam dunia ide.

Aristoteles tidak menyebutnya metafisika tetapi filsafat pertama karena menurut pendapatnya filsafat inilah yang menjadi dasar semua filsafat. Secara umum, dapat dikatakan bahwa metafisika adalah cabang atau bagian filsafat yang membahas seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada secara komprehensif.

Logika

Logika adalah cabang atau bagian filsafat yang menyusun,
mengembangkan, dan membahas asas-asas, aturan-aturan formal, dan
prosedur-prosedur normatif, serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan
penyimpulan demi mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional (Rapar, 1996).

Sebagai ilmu, logika berasal dari pandangan Aristoteles meski ia tidak menyebutnya logika, tetapi filsafat analitika. Istilah logika digunakan pertama kali oleh Zeno dari Citium (334262 SM) dari kata
logikos dan kata ini berasal dari kata logos yang tentunya Anda telah
mengetahui artinya, yaitu akal atau pikiran, sedangkan logikos mempunyai
arti sesuatu yang diutarakan dengan akal.

Logika ini akan dibahas tersendiri dalam modul mengenai argumentasi ilmiah.

Etika

Etika sering kali dinamakan filsafat moral karena cabang filsafat ini
membahas baik dan buruk tingkah laku manusia. Jadi, dalam filsafat ini
manusia dipandang dari segi perilakunya.

Pada zaman Socrates etika ini amat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Dapat pula dikatakan bahwa etika merupakan ilmu tentang kesusilaan, yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat. Jadi, dalam filsafat ini manusia juga dipandang dari segi peranannya sebagai anggota masyarakat.

Pada hakikatnya, nilai tindakan manusia terikat pada tempat dan waktu, di sampingitu baik dan buruknya perilaku manusia ditentukan oleh sudut pandang masyarakat.

Sebagai contoh, perilaku yang dianggap wajar dalam suatu
masyarakat di daerah tertentu, dapat dianggap kurang susila oleh kalangan
masyarakat di daerah lain.

Estetika

Seni dan keindahan merupakan persoalan yang ditelaah oleh cabang
filsafat estetika ini. Adapun yang ditelaah atau dibahas mengenai keindahan ialah kaidah maupun sifat hakiki dan keindahan; cara menguji keindahan dengan perasaan dan pikiran manusia; penilaian dan apresiasi terhadap keindahan.

Baca juga “Materi Lengkap Tentang Logika Dan Algoritma.”

Meskipun pada dasarnya estetika sudah ditelaah sejak 2500 tahun
yang lalu di berbagai daerah, seperti Babilonia, Mesir, India, Cina, dan
Yunani, istilah estetika sendiri baru dikemukakan oleh Baungarten seorang
filsuf Jerman pada tahun 1750.

Filsafat Ilmu

Setelah, Anda mempelajari lima buah cabang filsafat di muka, sekarang
Anda diajak untuk memahami sebuah cabang filsafat yang berkaitan erat dengan mata kuliah yang sedang Anda hadapi yaitu filsafat ilmu.

Filsafatilmu kadang disebut sebagai filsafat khusus yaitu cabang filsafat yang membahas hakikat ilmu, penerapan berbagai metode filsafat dalam upaya mencari akar persoalan dan menemukan asas realitas yang dipersoalkan oleh bidang ilmu tersebut untuk mendapatkan kejelasan yang lebih pasti.

Baca juga “Profil Singkat Rocky Gerung.”

Dengan demikian, penyelesaian masalah ilmunya menjadi lebih terarah. Jadi, sesungguhnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.