Pengertian dan Contoh Implementasi 5W 1H dalam Menyusun Berita

Penggunaan 5W dan 1H merupakan rumus paling dasar dalam menyusun sebuah laporan, presentasi atau membuat berita dalam dunia jurnalistik. Pertanyaan 5W dan 1H diambil dari bahas Inggris yaitu What, Who, Why, When, Where dan How. Pada tulisan kali ini kita akan membahas “Pengertian dan Contoh Implementasi 5W 1H dalam Menyusun Berita.”

Jadi untuk menyimpulkan sebuah berita sebagai produk jurnalistik, sudah lengkap atau belum adalah dengan menjawab kelima pertanyaan diatas. Apabila lengkap bisa dikatakan berita tersebut sudah utuh dan layak dikonsumsi.

Pengertian 5W 1H

5W 1H adalah salah satu metode yang dilakukan guna mendapatkan informasi secara lebih kaya dan mendalam sehingga layak untuk dikonsumsi publik. Caranya dengan memenuhi atau menanyakan setiap unsur dari 5W 1H tersebut kepada narasumber.

Urutan 5W 1H

What : Apa yang terjadi? menunjukan pertanyaan awal.
Who : Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu? menunjukan subyek
Why : Mengapa hal itu bisa terjadi? menunjukan alasan
When : Kapan peristiwa itu terjadi? menunjukan waktu.
Where : Di mana peristiwa itu terjadi? menunjukan tempat.
How : Bagaimana peristiwa itu terjadi? menunjukan proses

Contoh 5W dan 1H

Dalam prakteknya penerapan 5W 1H disajikan dalam bentuk kalimat lengkat yang biasa kita nikmati dalam sebuah berita, berikut beberapa contoh berita menggunakan 5W 1H

Berita jatuhnya pesawat Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak terjatuh di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB. Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Penyebab terjatuhnya pesawat yang mengangkut 62 penumpang tersebut masih menunggu hasil investigasi black box. Ada keterangan warga yang mendengar suara ledakan, cuaca saat itu hujan deras.

  • What : Pesawat Sriwijaya Jatuh
  • Who : ada 62 penumpang
  • Why : Hilang kontak
  • When : Sabtu (9/1) pukul 14.40
  • Where : di kepulauan seribu
  • How : terjadi ledakan dan hujan deras

Berikut beberapa uraian per bagian agar memudahkan kita mencerna dan menyusun kalimat

What (Apa)

Pertama kata tanya yang pertama dari rumus ini adalah Apa. Kata tanya ini berisi pertanyaan mengenai permasalahan atau hal yang terjadi pada suatu peristiwa. 

Contoh :

  1. Apakah yang sebenarnya terjadi?
  2. Apa yang sedang dilakukan olehnya?
  3. Apakah ada barang yang dibawa oleh si pelaku ?
  4. Apa yang digunakan oleh si pelaku?
  5. Apakah yang menyebabkan kejadian itu terjadi?
  6. Apa yang didapatkan olehnya?
  7. Apakah ada penyebab permasalahan?
  8. Apa yang dikatakan dan dilakukan olehnya?
  9. Apakah ada pandangan orang lain mengenai peristiwa itu? bisa diuraikan

Who (Siapa)

Kedua kata tanya Siapa mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai pelaku atau orang lain dari sebuah peristiwa yang terjadi.

Contoh :

  1. Siapakah yang melakukan perbuatan itu?
  2. Siapa yang menjadi korban dari perbuatan itu?
  3. Siapakah yang merasa dirugikan olehnya?
  4. Siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan itu?
  5. Siapakah saja yang melakukan perbuatan itu?
  6. Siapa yang terlibat di dalam peristiwa itu?
  7. Siapakah yang memberinya alat itu?
  8. Siapa yang tidak mengetahui berita itu?
  9. Siapakah yang mengatakan hal itu semua?
  10. Siapa yang datang untuk menyelamatkan mereka?

Why (Mengapa)

Kedua untuk menjawab why, bisa menggunakan Kata tanya mengapa atau kenapa mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai alasan atau motivasi terjadinya sebuah peristiwa.

Contoh:

  1. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
  2. Kenapa dia melakukan itu?
  3. Mengapa tidak ada yang mengetahui peristiwa itu?
  4. Kenapa dia pergi ke tempat itu?
  5. Mengapa hal itu bisa menjadi pemicu masalah ini?
  6. Kenapa dia mengatakan seperti itu?
  7. Mengapa dia memilih untuk melakukan perbuatan itu?
  8. Kenapa peristiwa itu menjadi sangat heboh?
  9. Mengapa dia tidak melakukan apa yang diperintahkannya?
  10. Kenapa hari itu sangat mencekam?

When (Kapan)

Ketiga untuk menjawab when bisa menggunakan kata tanya kapan atau kapankah. Berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai waktu terjadinya peristiwa, berita atau cerita yang terjadi.

Contoh:

  1. Kapan peristiwa itu terjadi?
  2. Kapankah dia melakukan perbuatan itu?
  3. Kapan peristiwa itu mulai terkuak di depan umum?
  4. Kapankah dia datang ke tempat itu?
  5. Kapan dia tiba di lokasi kejadian?
  6. Kapankah dia bertemu dengan si korban?
  7. Kapan dia menyelesaikan perbuatannya?
  8. Kapankah si korban ditemukan atau menemukan?
  9. Kapan dia kembali ke rumahnya?
  10. Kapankah dia memanggil teman-temannya?
  11. Kapan peristiwa itu dituntaskan atau menuntaskan ?

Where (Di mana)

Keempat adalah menggunkan kata tanya di mana mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai tempat atau lokasi sebuah peristiwa terjadi.

Contoh :

  1. Tempat peristiwa itu terjadi?
  2. Di mana berita itu dimuat?
  3. Tempat dia bertemu dengan korbannya?
  4. Di mana dia menyimpan barangnya?
  5. Tempat dia bersembunyi?
  6. Di mana dia tertangkap?
  7. Tempat keberadaan si pelaku saat ini?
  8. Di mana dia ketika kejadian itu berlangsung?
  9. Di mana permasalahan itu pertama kali muncul?

Baca juga “Contoh Makalah Perkembangan Piaget.”

How (Bagaimana)

Selanjutnya menggunakan kata tanya bagaimana atau bagaimanakah yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengandung cara atau proses berlangsungnya suatu peristiwa.

Contoh:

  1. Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi?
  2. Bagaimanakah dia melakukan perbuatan itu?
  3. Bagaimana dia bertemu dengannya pertama kali?
  4. Bagaimanakah reaksi dirinya ketika diberikan pertanyaan itu?
  5. Bagaimana cara memecahkan masalah ini?
  6. Bagaimanakah pendapat masyarakat tentang masalah ini?
  7. Bagaimana mengungkapkan peristiwa itu?
  8. Bagaimanakah kisah dirinya?
  9. Bagaimana dia menyelesaikan semua pekerjaannya?
  10. Bagaimanakah caranya berita itu bisa terungkap?

Baca juga “Mengenal 17 Subsektor Ekonomi Kreatif.

Kesimpulannya kalimat-kalimat pertanyaan 5W+1H yang biasa digunakan untuk menemukan atau mengembangkan pokok-pokok atau inti dari sebuah berita atau peristiwa. Yang kemudian bisa anda susun menjadi sebuah berita yang utuh dan lengkap.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.