Review dan Belajar Film Thor Ragnarok dan Model Promosinya

Review dan Belajar Film Thor Ragnarok dan Model Promosinya

Review dan Belajar Film Thor Ragnarok dan Model Promosinya

Sebagai salah satu pembuat film yang sangat kental dengan animasi dan efeeknya Marvel Cinematic Universe (MCU) terus menyajikan teknologi baru dalam pembuatan film. Sebagai pemuda zaman now tentu perlu banyak belajar agar Indonesia juga bisa seperti itu.

Film ketiga dewa petir ini digarap oleh Taika Waititi dan cerita ditulis oleh Craig Kyle, Christopher Yost, dan Eric Pearson. Di mana film pertama rilis pada tahun 2011 dan film keduanya, Thor: The Dark World pada tahun 2013.

Nah, Thor: Ragnarok sendiri menceritakan perjalanan Thor yang terpenjara di sisi lain alam semesta tanpa Palu andalannya, Mjolnir. Dirinya berlomba melawan waktu untuk kembali ke Asgard dan menghentikan Ragnarok kehancuran dunianya dan kiamat bagi para penduduk Asgard dari tangan seorang musuh baru yang sangat kuat dan keji, yaitu Hela, the Goddess of Death. Yang tidak lain adalah kakanya sendiri.

Cerita keluarga yang dikemas dalam action dan persahabatan ini memiliki pesan yang cukup kuat bagi penontonnya. Selain hiburan tentunya ada nilai nilai perjuangan kebenaran yang dimaksudkan. dan Kejahatan yang harus dihancurkan.

Kemasan modern dengan effect warna dan pencahayaan yang sangat perfect membuat penonton betah, tentu effect suara yang sangat bagus setingkat Marvel sebagai pembuat film internasional.

 

Dari suguhan berbagai sudut dan alur film yang seakan-akan membawa penonton didalamnya ada beberapa adegan yang menurut kami tidak cocok untuk budaya timur, seperti minuman keras yang terlihat vulgar, serta pakaian yang beberapa cukup terbuka. Sangat perlu didampingi jika memang ada anak yang mau menonton. Karena salah satu alasan diatas ada juga adegan perkelahian yang cukup banyak.

 

Model Promosi Modern, Film Thor Ragnarok

Beberapa bulan terakhir, melibatkan influencer sebagai media promosi sudah mulai dilakukan, bahkan setingkat film Thor. Salahsatu metodenya adalah mengundang youtuber ternama dari setiap negara untuk menjadi influencer. Tidak hanya itu ternyata mereka diundang dilokasi syuting dan ikut bermain didalamnya, tentu itu menjadi peristiwa bersejarah dan mengena bagi influencer.

Tentu dengan kuatnya jaringan yang sudah dibuat sebelumnya menggunakan bioskop dan model promosi lama yang juga sudah semakin modern.

 

Berikut salah satu video youtuber asal Indonesia Arief Muhammad atau biasa dikenal dengan pocong

 

 

 

Kabar baiknya film Thor: Ragnarok tayang lebih awal di Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.