Bacaan Semua Kalangan

Sejarah & Manfaat Menjaga Ekosistem Rusa Bawean Yang Mulai Langka

Sejarah & Manfaat Menjaga Ekosistem Rusa Bawean Yang Mulai Langka

0

Sejarah & Manfaat Menjaga Ekosistem Rusa Bawean Yang Mulai Langka.

Rusa bawean (Axis kuhlii) adalah sejenis rusa yang saat ini hanya ditemukan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik atau tepatnya di tengah Laut Jawa, Secara administratif pulau ini masuk ke dalam Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Spesies ini tergolong langka dan diklasifikasikan sebagai “terancam punah” oleh IUCN.

Populasinya diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 ekor di alam bebas. Rusa Bawean hidup dalam kelompok kecil yang biasanya terdiri atas rusa betina dengan anaknya atau jantan yang mengikuti betina untuk kawin. Mereka tergolong hewan nokturnal atau aktif mencari makan di malam hari. (wikipedia).

Ketika pemerintah kolonial Belanda melindungi sejumlah rusa asli Indonesia lewat Ordonansi dan Undang-undang Perlindungan Satwa Liar No. 134 dan No. 266 Tahun 1931 dari segala bentuk perburuan, penangkapan, dan pemilikan, rusa bawean tidak termasuk ke dalam kategori hewan yang dilindungi itu.

Hewan Endemik

Jauh setelah undang-undang tersebut dikeluarkan oleh Belanda, perlindungan terhadap hewan-hewan itu kemudian diperkuat oleh Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 yang mencakup semua jenis rusa dan termasuk rusa bawean.

Dalam rentang tiga tahun (2014-2016) populasi rusa bawean menunjukkan angka yang tidak terlalu besar tapi jumlahnya cukup stabil. Dalam catatan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (PDF) Provinsi Jawa Timur, populasi rusa bawean pada tahun 2014 berjumlah 275 ekor, tahun 2015 sebanyak 325 ekor, dan tahun 2016 berjumlah 303 ekor.

“Rusa ini merupakan satu-satunya rusa tropis yang mempunyai daerah penyebaran yang sangat terbatas dan tersempit (90 km persegi), dan sebagian besar habitatnya berada dalam kawasan Suaka Margasatwa Pulau Bawean seluas 3.831,6 hektar,” tulis Wirdateti dkk. dalam “Kualitas Kriopreservasi Semen Rusa Bawean Hasil Penangkaran” (jurnal Berita Biologi Vol. 12 No. 3, Desember 2013)

Sesuai namanya, rusa ini adalah hewan endemik Pulau Bawean yang letaknya di kawasan Laut Jawa dan secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Gresik. Secara geologis, menurut catatan Achmad Iqbal dalam Analisis Daya Dukung Habitat dan Model Dinamika Populasi Rusa Bawean di Suaka Margasatwa Pulau Bawean(2004), Pulau Bawean terbentuk dari sisa-sisa gunung berapi tua.

Desain maskot rusa Bawean dengan panggilan atung juga menjadi nominasi diantara maskot lainnya untuk Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia.

 

Fakta Unik Rusa Bawean

1. Ukurannya Unik.
.
Rusa Bawean merupakan jenis rusa terkecil diantara rusa-rusa yang ada di Indonesia. Tinggi badannya sekitar 60 – 70 cm dengan panjang badan sekitar 105 – 115 cm. Berat badannya hanya dapat mencapai kurang lebih 50 kg. Yang istimewa pada hewan ini adalah mereka mempunyai taring pada rahang bawahnya.

2. Kemampuan Berjalan yang Lama.

Salah satu yang istimewa pada Rusa Bawean maupun rusa lainnya adalah kemampuan berjalan yang sangat lama. Dikutip dari Justfunfacts, seekor anak rusa bisa berjalan selama 7 jam tanpa henti dan tidak merasakan kelelahan. Kemampuan berjalan mereka merupakan faktor bawaan alami yang membuat mereka bisa menjauh secara perlahan dari ancaman predator.

3. Tanduk khas yang Unik.
.
Tanduk adalah mahkota kemuliaan dari rusa jantan. Tanduk berevolusi sebagai senjata untuk memenangkan pertarungan ketika musim kawin dengan rusa jantan lainnya. Tanduk rusa adalah tanduk yang memiliki pertumbuhan yang paling cepat diantara hewan-hewan bertanduk lainnya.

Tanduk mereka tumbuh rata-rata 1 sampai 2 inci per-minggu selama musim panas. Rusa menggosok tanduknya selama satu atau dua hari untuk mengurangi laju pertumbuhan tanduknya.

Pelestarian Rusa Bawean

PENANGKARAN

Penangkaran adalah salah satu bentuk upaya pelestarian terhadap rusa Bawean.
KONSERVASI EXSITU
Koleksi rusa Bawean dikebun binatang Surabaya (KBS) merupakan bentuk pelestarian rusa Bawean diluar kawasan
JANGAN ENGKAU REBUT HAK BINATANG
Keserakahan manusia membuat rusa Bawean binasa.
HENTIKAN PERBURUAN LIAR TERHADAP RUSA BAWEAN !
Berburu satwa liar yang dilindungi adalah tindak pidana yang dapat dihukum,karena bertentangan dengan UU. No. 5 tahun 1990. “Barang siapa menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi baik dalam keadaan hidup atau mati diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000,”-

 

 

Dengan adanya kesadaran masyarakat baik warga lokal maupun pendatang tentu akan bermanfaat bagi kelestarian Rusa Bawean. Karena secara alamiah hewan ini tidak memiliki predator di Bawean.

Demikian ulasan “Sejarah & Manfaat Menjaga Ekosistem Rusa Bawean Yang Mulai Langka ,” semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.