Ucapan Turut Berduka Cita Islami yang Memotivasi
Tak ada satupun orang yang menginginkan perpisahan, apalagi untuk selamanya. Sedih, hampa, sakit, kesepian, dan rasa kehilangan pasti bercampur aduk menjadi satu, membuat air mata jadi satu-satunya bahasa yang bisa mengungkapkan. Bagi kamu yang terkadang masih bingung ingin memberikan ucapan turut berduka cita yang memotivasi, berikut ada beberapa contohnya.
- “Kehilangan seseorang untuk selamanya bukanlah suatu hal yang mudah, berat rasanya, sangat terpukul. Namun, tak ada jalan yang lebih baik selain mengikhlaskannya. Jika kita ikhlas, maka almarhum akan lebih tenang di alam sana. Sesungguhnya kita semua milik Allah dan hanya kepada-Nya lah kita akan kembali berpulang.”
- “Aku turut merasakan kesedihan yang engkau rasakan. Tapi ingatlah, bahwa semua ini adalah cobaan yang sedang dilimpahkan oleh Allah kepada hamba-Nya yang kuat. Namun, kesedihan yang datang ini, pasti memiliki makna dan percayalah bahwa Allah selalu memberikan jalan terbaik kepadamu.”
- “Sesungguhnya Allah memiliki hak untuk memberi dan mengambil sesutau dari hamba-Nya. Sebab, segala sesuatu tersebut hanyalah sebuah titipan. Semoga engkau diberikan kesabaran dan ketabahan atas kepergian almarhum. Doakan agar dapat dipertemukan kembali di surga-Nya kelak. Aamiin.”
- “Aku sungguh sedih mendengar kabar kehilanganmu. Aku akan berdoa agar kamu sekeluarga diberikan kekuatan dan ketabaha. Turut beduka cita sedalam-dalamnya, ya.”
- “Aku baru saja mendengar kabar duka tentang (orangtua/sahabat/keluarga/pasangan)mu hari ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan penghiburan untukmu dan keluarga. Aku sungguh berduka cita sedalam-dalamnya.”
- “Kamu harus tahu, bahwa ini adalah musibah yang tidak bisa kita hindari, tapi jangan lupa, ketika Tuhan menciptakan masalah, maka ada solusinya. Untuk masalah ini, hanya satu jalan keluarnya, tabar, sabar, dan menerima dengan ikhlas. Berdoalah agar kamu semakin kuat, dan yang pergi tenang di sana.”
- “Jika kamu tahu, kelahiran manusia adalah di bawah kuasa Tuhan, pun dengan kematian semuanya kehendak-Nya. Kita hanyalah sebagai pelaku, yang mengalami, dan harus menerima garis takdir Tuhan. Sekarang kamu kehilangan orang tercinta, ditinggalkan untuk selamanya, aku tahu kamu terpuruk.”
- “Mungkin hari ini air mata tak ada hentinya, tapi besok atau suatu hari nanti, kamu akan mendapatkan obat dari Tuhan yang lebih baik. Kesedihanmu akan sirna, mantapkan hatimu, sabar, dan ikhlas, di sini aku turut berduka cita.”
- “Ingatlah, akan ada hari yang lebih baik setelah badai, karena setelahnya akan ada pelangi. Itu yang harus kamu pegang, memang sekarang raganya sudah tidak bisa hidup, tapi jiwanya masih ada. Dan namanya pun masih terukir dalam lubuk hati. Serta kenangannya masih tersimpan baik di memori. Jangan takut rindu, putar segala memori indah ketika rasa itu datang.”
- “Tapi ingatlah, bahwa yang meninggalkanmu tak akan merasa bahagia jika kamu terus terpuruk. Mulai sekarang bangkitlah, berdiri dengan tegak dan kuat, tundukkan kepalamu, berdoalah kepada Tuhan. Doakan yang pergi dan dirimu sendiri, aku turut “
