Hafidz Rifai Kusnanto Peraih UNBK Tertinggi, Semua Nilainya 100

0 25

Hafidh Rifai Kusnanto, menjadi bagian dari siswa SMAN 4 Surakarta, Jawa Tengah. Dari penampilannya yag biasa itu ternyata berhasil memperoleh nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tertinggi. Bahkan yang lebih keren semua nilainya mendapat angka sempurna yaitu 100.

Awalnya, Hafidz tak menyangka kalau dirinya mendapatkan nilai sempurna di ujian nasional. Saking senangnya, Hafidh mengunggah surat hasil ujiannya ke akun Facebook dan Instagram miliknya. Dalam surat keterangan itu, tertera bahwa mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Fisika dia mendapatkan nilai sempurna 100.

Dilansir dari Kumparan, Siswa XII IPA 6 ini, mengaku dirinya tak pernah mengikuti bimbingan belajar. Selama ini, Hafidh pun diketahui tidak pernah menonton televisi. Jika remaja pada umumnya menghabiskan waktu untuk bermain dan seringkali mengabaikan belajar. Namun, tidak dengan Hafidh, dia justru menghabiskan waktunya untuk belajar tanpa kenal lelah. Karena baginya, belajar adalah hal yang menyenangkan. Dan menjadi pasionnya.

Anak pertama dari pasangan Ahmad Kusnanto (almarhum) dan Supdami itu, ternyata pada tahun 2017 lalu, ia berhasil meraih mendali perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk lomba Astronomi. Hafidh memang menyukai dunia fisika yang banyak hitungan matematis di dalamnya.

Hafidh bukanlah anak yang berasal dari kalangan berada. Ibunya selama ini hanyalah berprofesi sebagai pedagang mainan anak-anak, yang tentu pendapatannya tidak menentu setiap harinya. Hasil yang didapat dari berjualan mainan pun tak lebih dari Rp. 50.000 per hari. Bahkan, pendapatan bersih hanya berkisaran Rp. 30.000 saja. Sisanya untuk modal jualan lagi. Uang Rp. 30.000 itu hanya cukup untuk makan sehari bersama lima keluarga.

Untuk keperluan lain, Ibunya terpaksa meminjam uang ke salah satu koperasi yang berada di dekat rumahnya. Selain meminjam uang di koperasi, dia juga meminjam uang tabungan milik ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT setempat. Uang yang dipinjamnya tersebut tak ia dapatkan dengan cuma-cuma. Pasalnya, sekali berutang senilai Rp. 300.000 bersaran bunganya adalah Rp. 10.000 per tiga bulan. Apa yang diperjuangan oleh Ibunya, bukan hanya untuk Hafidh saja, karena masih ada tiga anaknya yang juga membutuhkan biaya. Dalam keadaannya yang terbatas, tidak membuat dia mengeluh dan berputus asa, justru Hafidh menjadi terbiasa hidup dalam penuh keterbatasan ekonomi.

Untuk menunjang belajar saja, ia hanya mengandalkan buku-buku pelajaran dari sekolah dan latihan soal. Meski rajin belajar, Hafidh mengaku tak kehilangan masa remajanya. Karena, di sela-sela kesibukannya, ia masih menyempatkan diri untuk menonton anime di YouTube.


Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.