Kisah Nabi Zakariya Menanti Keturunan

Nabi Zakariya merupakan salah satu dari 25 nabi yang wajib diketahui oleh umat Islam. Tepatnya diurutan ke 22 dari 25 nama nabi yang wajib dipercayai.

Dalam Al-Quran tidak memberikan penjelasan tentang masa kanak-kanak atau masa muda Nabi Zakariya.

Kisahnya langsung dimulai di akhir masa dewasa, yakni ketika berusia lanjut. Dikisahkan seorang Nabi Zakariya sebagai seorang hamba yang sabar dan tabah dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.

Nabi Zakariya dan istrinya belum dikaruniai keturunan hingga usia lanjut. Kitabullah Al-Quran menceritakan kisahnya dalam Surat Ali’Imran dan Surat Maryam. Berikut kisah Nabi Zakariya selengkapnya.

Tidak Kunjung Dikaruniai Anak

Nabi Zakariya diuji Allah SWT tidak memiliki anak sampai usianya lanjut. Namun, ujian ini tidak membuatnya kecewa atau murka kepada Allah. Ia berdoa:

قَالَ رَبِّ اِنِّىۡ وَهَنَ الۡعَظۡمُ مِنِّىۡ وَاشۡتَعَلَ الرَّاۡسُ شَيۡبًا وَّلَمۡ اَكُنۡۢ بِدُعَآٮِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

“Dia (Zakariya) berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadamu ya Tuhanku” (QS Maryam ayat 4).

Nabi Zakariya kemudian memohon seorang pewaris yang dapat menyenangkan Allah. Ia tidak berpikir dalam hal materi seperti kekayaan dunia. Nabi Zakariya menginginkan seorang putra untuk melanjutkan kenabian dan untuk menyebarkan pengetahuan yang ia miliki.

Allah Mengabulkan Doa Nabi Zakariya

Atas kesabarannya, Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Zakariya.
“Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan sholat di mihrab (katanya):

“Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi pengikut, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. (QS Ali Imran ayat 39).

Setelah mengandung selama sembilan bulan, istri Nabi Zakaria melahirkan seorang anak laki-laki. Sesuai firman Allah, bayi tersebut diberi nama Yahya. Dengan bimbingan ayahnya, Nabi Yahya berdakwah dan keduanya menjadi guru bagi kaum Bani Israil.

Cara Nabi Zakariya Berdoa

Sebagian ulama Salaf mengatakan Nabi Zakariya bangun di tengah malam, sedangkan semua muridnya telah tidur. Lalu dia berbisik kepada Tuhannya seraya berdoa dengan suara yang lembut. Maka Tuhannya berfirman ke-padanya, “Kupenuhi seruanmu, Kupenuhi seruanmu, Kupenuhi seruanmu.”

Ulama lainnya mengatakan, sesungguhnya Nabi Zakaria melirihkan suaranya dalam berdoa karena kecintaannya kepada Allah SWT. Ini seperti yang dikatakan oleh Qatadah sehubungan dengan makna ayat ini: “…yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (QS Maryam ayat 3). Karena sesungguhnya Allah mengetahui kalbu orang yang bertakwa, dan mendengar suara yang perlahan.

Umat Islam perlu meneladani ikhtiar Nabi Zakariya. Meskipun ujian menimpanya, ia ikhlas dan tidak murka. Nabi Zakariya tetap berdoa kepada Allah.

Allah memberi rahmat kepada hamba-Nya yang sabar. Meski Nabi Zakariya telah berusia lanjut dan istrinya mandul, mereka dapat memperoleh keturunan. Seperti tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 40, “Demikianlah Tuhan melakukan apa yang Dia kehendaki.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.