Ramadhan Journey Hari Kedua Kangen Buku Evaluasi Minta Paraf

Siapa yang pernah mengalami ketika waktu kecil kalau berangkat ke Masji atau Mushola bawa buku evaluasi. Biasanya pas sholat taraweh kepikiran minta tanda tangan imam dan penceramah teraweh untuk laporan kegiatan Pelajaran Agama Islam.

Ya ..bener sekali, dulu tahun 90 an buku evaluasi ramadhan menjadi wajib bagi seluruh siswa. Buku ini biasanya sebagai bahan evaluasi kegiatan ramadhan di rumah. Mulai puasa, sholat di Masjid dan yang paling berat adalah minta tanda tangan penceramah taraweh dan Subuh.

Bagi teman teman yang introvert tugas ini sepertinya sangat berat. Selain malu dan jarang bergaul biasanya sedikit kepikiran, mungkin saat sholat kepikiran terus. Beda sama kamu yang extrovert mungkin senang dan menggerakan teman temannya untuk mengumpulkan tugas bersama. Biasanya mereka akan menggerombol dan antri panjang satu-satu.

Ada banyak macam buku dan warna warni sampulnya, ada yang disiplin mengisi sampai penuh ada juga yang kosong tidak mengisi, ada yang mengisi sendiri dari pada kosongan ?

Kalau kamu termasuk kategori yang mana luurd ? jujur yaaa

Pelajarannya

Setelah kita besar baru tahu, ternyata lembaran-lembaran evaluasi yang kita anggap tidak penting saat itu, ternyata membantu kita untuk disiplin dan menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya tepat waktu sahur dan buka, tetapi juga melaporkan waktu sholat lima waktu ditambah taraweh dan mengikuti ceramah.

Karena ternyata sesuatu kebaikan itu harus dipaksa untuk menjadi kebiasaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.