Ramadhan Journey Hari Keempat Rindu Pesantren Kilat

Bagi sekolah negeri, kehidupan ala pesantren adalah kehidupan yang jarang dilewati. Apa itu ? ya bener seharian ngaji dan bergumul dengan santri serta ustadz.

Pakai kopiah, sarung dan jilbab bagi perempuan dirutinkan selama pesatren kilat.

Yang menjadi istimewa pesantren yang hanya sepekan atau tujuh hari, ada juga yang kurang dari itu. Ternyata bisa menambah wawasan keilmuan anak Sekolah Negeri. Ada yang belajar baca tartil, ada yang belajar Qiroah, kisah perjuangan, melatih disiplin Sholat.

Hingga yang paling mendasar bagaimana bersuci dan menjaga aurat. Wahhh rasanya makjeb. Buat anak sekolah negeri yang tidak banyak mendapatkan materi materi ke-Islaman.

Ada momentum yang paling teringat adalah malam terakhir saat pesantren kilat bagi yang menginap biasanya ada malam renungan atau kontemplasi. Beberapa point yang selalu diingatkan adalah berbakti kepada orang tua dan ingat akan kematian. Tidak heran banyak yang nangis dan akhirnya menyadari kesalahannya saat itu.

Baca juga “Ramadhan Journey Hari Pertama Rindu Sirine Radio.”

Apakah semua taat, tentu tidak. Sebagian ada yang lolos mengikuti hingga akhir sebagian ada yang mrotol. Dan ada juga yang hadir tapi pikirannya entah kemana. hehe

Walaupun tidak bisa bertahan lama, setidaknya momentum pesatren kilat memberikan nuansa berbeda dan terkenang sepanjang masa.

Demikain ramadhan journey edisi keempat, bagi teman teman yang punya kenangan masa kecil saat Ramadhan boleh dong berbagi ceritanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.