INITU.ID – Berikut kami kutip salah satu tema dalam bab tanya jawab seputar ibadah Ramadhan buku tarhib dan panduan praktis ramadhan.
Tulisan ini mencoba untuk menjawab pertanyaan masyarakat seputar Ibdah Ramadhan bagaimana hukumnya pekerja keras saat puasa.
berikut jawaban singkat dari pertanyaan tersebut
BACA JUGA
- Timnas Denmark di Piala Dunia 2026: Profil, Skuad, Sejarah, dan Peluang Danish Dynamite
- Biografi Mukmin Ternate: Juara SUCI 12, Guru Honorer, Umur, dan Fakta Menarik
- Inilah 48 Daftar Negara Peserta Piala Dunia 2026, Sejarah Baru di Tiga Negara Tuan Rumah Mulai 11 Juni
- Raih Keberkahan 1 Muharram dengan Panduan Doa Awal Tahun Hijriyah Lengkap Latin dan Artinya demi Perlindungan Total Sepanjang Tahun
- Jangan Suka Membuly dengan Kata ‘Homeless Media’
Pertanyaan
Ustadz, saya seorang petani yang bekerja dengan keras di sawah bolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan ? (Nanang – Karawang Jawa Barat)
Jawaban
Puasa adalah rukun iman yang harus dijaga bagi setiap muslim. Oleh karenanya, setiap muslim dan muslimah yang sudah baligh harus berpuasa, kecuali ada sebab syar’i yang membolehkannya tidak berpuasa.
Sedang para petani dan pekerja keraslainnya juga harus menghormati bulan Ramadhan dan berupaya untuk berpuasa. Mereka harus bekerja dan menyesuaikan dengan ibadah puasa .
Para pekerja boleh tidak berpuasa jika benar-benar tidak mampu sama sekali untuk berpuasa. Pada saat terlalu payah dan tidak kuat, dia boleh berbuka.
Kondisinya dianalogikan seperti orang sakit, maka boleh berbuka. Kemudian harus menggantinya di hari yang lain
(Dr Salim Segaf Al Jufri Penerbit Robbani Press Hal 87)
