INITU.ID – Bali diguncang bencana banjir bandang pada Rabu, 10 September 2025. Peristiwa banjir Bali kali ini menjadi sorotan nasional karena menelan korban jiwa, menyebabkan kerusakan infrastruktur, dan memaksa ratusan warga mengungsi.
Menurut data BNPB, hingga Rabu (10/9) pukul 18.45 WIB, sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia, 2 orang masih hilang, dan 202 kepala keluarga (620 jiwa) terdampak. Banjir Bali ini melanda enam kabupaten/kota, yakni:
- Kota Denpasar
- Kabupaten Jembrana
- Kabupaten Gianyar
- Kabupaten Klungkung
- Kabupaten Badung
- Kabupaten Tabanan (masih proses pendataan)
Identitas Korban Meninggal Banjir Bali
BNPB merilis daftar korban meninggal akibat banjir Bali:
- Kota Denpasar: Nadira (48), Ni Wayan Lenyod, Rio Saputra (20), satu perempuan belum teridentifikasi.
- Kabupaten Gianyar: Ni Made Latif (70), Ni Made Rupet (87).
- Kabupaten Jembrana: Komang Oka Sudiastawa (34), Nita Ulam (23).
- Kabupaten Badung: Endang Cafyaning Ayu (42).
Selain korban meninggal, terdapat 2 orang hilang di Kota Denpasar dan 4 orang lainnya yang masih dalam pencarian.
Ratusan Warga Mengungsi
Kerusakan akibat banjir membuat 193 warga terpaksa mengungsi.
- Jembrana: 85 jiwa mengungsi di Balai Desa Yeh Kuning, Balai Banjar Yeh Kuning, Musholla Assidiqie, dan Musholla Darul Musthofa.
- Denpasar: 108 jiwa mengungsi di SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Merta Ubung, dan Banjar Dakdakan Peguyangan.
Pemerintah Provinsi Bali memastikan kebutuhan dasar pengungsi akan dipenuhi, termasuk logistik, air bersih, dan layanan kesehatan.
BNPB Koordinasikan Penanganan Banjir Bali
Kepala BNPB, Suharyanto, turun langsung ke lokasi untuk memimpin koordinasi penanganan darurat bencana. Arahan utama yang diberikan adalah:
- Prioritas pencarian dan penyelamatan korban hilang
- Evakuasi warga dari area banjir
- Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak
BPBD Provinsi Bali bersama BPBD kabupaten/kota terus memantau wilayah terdampak dan mendata kerugian material.
Dampak Ekonomi dan Infrastruktur
Selain korban jiwa, banjir Bali juga menyebabkan kerusakan bangunan, rumah warga, dan infrastruktur umum. Pemerintah daerah menyiapkan skema ganti rugi dan perbaikan infrastruktur pasca-banjir.
Kesimpulan
Banjir Bali pada 10 September 2025 menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di daerah wisata internasional ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan BPBD, dan segera mengungsi bila debit air kembali meningkat.
