INITU.ID – Berikut kita simak kronologi perahu tambang tenggelam di sungai Bengawan Solo dan daftar nama korbannya.
Kabar duka menyelimui pemberitaan siang ini Rabu 3 November 2021, sebuah perahu tambang yang biasa melintas di Bengawan Solo Bojonegoro tenggelam. Penumpang serta kendaraan yang ada di atasnya hanyut dan tenggelam.
Perahu tambang ini menjadi transportasi sungai yang menyeberangkan antara Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
Dari peristiwa ini, belum diketahui jumlah pasti korban. Namun seluruh penumpang beserta kendaraannya dipastikan hanyut.
BACA JUGA
- Syarat Daftar Nikah di KUA Terbaru Sesuai PMA No. 20 Tahun 2019
- KPK OTT 10 Orang di Bekasi, Termasuk Bupati Ade Kuswara Kunang Diamankan
- Donasi Digital & Zakat via Aplikasi Ramadhan 2026: Tren Baru Beribadah di Era Fintech
- Profil Ketua MUI Terbaru: KH. Muhammad Anwar Iskandar, Ulama Visioner yang Lahir dari Tradisi Pesantren
- Kelas Menengah Paling Banyak Menikmati Subsidi, Temuan Riset Bongkar Paradoks Kebijakan Sosial
“Saya masih syok, karena kejadiannya cukup cepat,” kata salah satu warga, Yono yang berada di lokasi, Rabu (3/11/2021) seperti dikutip dari DetikCom
Kronologi Kejadian
Kejadian naas ini berawal sekitar pukul 09.20 WIB. Saksi mata Yono mengatakan dirinya melihat perahu bermuatan warga dan kendaraan dari arah barat ke timur.
Yono mengaku tidak mengetahui awal mula kejadian, tiba-tiba aliran Bengawan Solo yang mulai deras membuat warga kebingungan.
Hal ini membuat penumpang berteriak histeris. Yono mengaku sejumlah warga di tepi sungai juga ikut berteriak histeris.
“Kita di tepian bagian timur berteriak histeris, karena penumpang teriak-teriak di air,” tambahnya.
Pengemudi kapal tersebut bernama Kasian (60) dan Mardiani diduga kapal yang dibawanya tenggelam karena arus sungai yang deras.
Dari video yang beredar para penumpang kapal terbawa arus deras Bengawan Solo siang tadi.
Daftar Nama Korban
Sementara hingga kini, masih dilakukan pencairan. Sedangkan jumlah penumpang perahu tambang masih simpang siur.
